
Pelatih Persija Jakarta Carlos Pena. (Dok: Persija)
JawaPos.com - Pelatih Persija Jakarta, Carlos Pena memberikan penjelasan usai Macan Kemayoran -julukan Persija- kalah dari Persib Bandung. Juru taktik asal Spanyol itu mengakui bahwa hasil itu jauh dari target yang dicanangkan.
Persija kembali ke Jakarta dengan tangan kosong. Ondrej Kudela itu gagal meraih poin pun saat berhadapan Persib Bandung dalam laga lanjutan Liga 1 2023/2024, Senin (23/9) sore.
Berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Persija harus mengakui ketangguhan Persib Bandung dengan skor 2-0. Gawang Macan Kemayoran yang dikawal Carlos Eduardo, kebobolan dua kali lewat Dimas Drajad (38') dan Ryan Kurnia (82').
Penampilan Persija dalam laga itu sebenarnya tidak buruk. Mereka bahkan mampu mengimbangi permainan tuan rumah pada awal-awal babak pertama.
Namun semuanya berubah setelah Firza Andika terkena kartu merah dan diusir dari lapangan pada menit ke-28. Sebab sepuluh menit kemudian, mereka kebobolan gol pertama.
Pada babak kedua, pertandingan sebenarnya kembali berjalan seimbang. Terutama usai kapten Persib, Marc Klok juga dikartu merah, karena kedapatan menendang pinggang Maciej Gajos di menit ke-62.
Tapi, alih-alih mencetak gol penyamakedudukan, Persija malah kebobolan lagi menjelang laga berakhir. Skor 2-0 untuk tuan rumah Persib pun jadi hasil akhir pertandingan dengan tensi tinggi itu.
"Pertama-tama, saya ingin meminta maaf kepada fans, karena saya tahu laga lawan persib ini penting bagi kami semua," kata Carlos Pena dalam jumpa pers pascalaga.
Carlos Pena menuturkan, Persija sejak awal sebenarnya memasang target tinggi melawan Persib. Yakni mencuri poin penuh di kandang sang rival.
"Kami sebenarnya mengusung target tiga poin, atau tidak satu poin, tapi kami tidak bisa melakukannya, jadi saya ingin meminta maaf kepada semuanya," terangnya.
Lantas apa yang membuat Persija akhirnya menyerah di tangan Persib? Carlos Pena mengakui bahwa salah satu faktor penyebabnya adalah kartu merah yang didapat Firza Andika.
"Tentang laga, awalnya laga berjalan baik untuk kami. Rencana yang kami siapkan sudah berjalan, tetapi kartu merah (Firza) jadi salah satu momen penting yang mengubah permainan kami," tutur Pena.
"Dan kami tidak bisa mempertahankan skor 0-0 sampai babak pertama usai," imbuh pelatih asal Spanyol ini.
Kemudian di babak kedua, kata Carlos Pena, Persija juga sebenarnya memulai dengan baik. Apalagi Persib juga terkena kartu merah di pertengahan babak kedua.
"Tetapi dalam situasi 10 lawan 10 ini kami tidak bisa menciptakan peluang untuk mencetak gol. Jadi ya, banyak hal yang harus kami kembangkan dan analisa untuk laga-laga ke depan," jelas Pena.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
