Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 September 2024 | 21.23 WIB

Sentil Naturalisasi, Anggota DPR Ngaku Tak Bangga dengan Timnas Indonesia: Yang Main Bukan Akamsi

Peter Gontha mendadak viral karena kritik pedasnya terhadap PSSI dan Timnas Indonesia yang tengah berjuang lolos ke Piala Dunia 2026. (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Peter Gontha mendadak viral karena kritik pedasnya terhadap PSSI dan Timnas Indonesia yang tengah berjuang lolos ke Piala Dunia 2026. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com – Sentimen negatif terhadap deretan hasil positif Timnas Indonesia kembali muncul. Kali ini giliran anggota DPR RI yang secara terang-terangan mengaku tak bangga dengan pencapaian Garuda, julukan Timnas Indonesia, saat ini. Sebab terlalu banyak pemain naturalisasi yang bermain.

Legislator yang dimaksud adalah Anggota Komisi X DPR dari Fraksi Gerindra, Nuroji. Hal itu diutarakan oleh Nuroji saat menjalani rapat kerja bersama PSSI dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo, dengan pembahasan persetujuan naturalisasi Mees Hilgers dan Eliano Reijnders, Selasa (17/9).

"Saya jujur tidak terlalu bangga dan tidak euforia dengan kemenangan-kemenangan PSSI karena yang main bukan akamsi (anak kampung sendiri)," kata Nuroji.

Euforia Timnas Indonesia sekarang sedang tinggi-tingginya. Ini tak lepas dari keberhasilan Garuda mencetak sejarah dengan lolos ke putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Tak hanya itu, Timnas Indonesia bahkan memulai petualangannya di putaran ketiga dengan cukup apik. Garuda berhasil mencuri satu angka saat melakoni laga tandang kontra Arab Saudi (1-1) pada laga pembuka, 5 September lalu.

Tim besutan Shin Tae-yong juga mampu menahan imbang Australia (0-0) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta.

Tapi, di balik keberhasilan itu, kebanggaan Nuroji tak penuh. Sebab, menurutnya, skuad Garuda saat ini sudah terlalu banyak pemain naturalisasinya.

Saat melawan Arab Saudi dan Australia, dalam susunan sebelas pemain pertama, hanya ada dua pemain asli yang lahir dan besar di Indonesia, diberi kesempatan bermain oleh Shin Tae-yong.

"Jujur kebanggaan itu bagi saya berkurang ya karena dari komposisi mungkin terlalu banyak yang dinaturalisasikan, bahkan hampir satu timnya," ucapnya.

Kegusaran Nuroji terhadap naturalisasi semakin bertambah karena penggunaan pemain hasil proses alih warga negara itu juga berlaku di level kampung. Dia yang mengaku sebagai salah satu pembina tim sepak bola kampungnya, menyebut tim daerah sekarang sudah diperkuat pemain naturalisasi.

"Di kampung saya juga, saya pembina sepak bola, perkumpulan sepak bola, ada 1-2 naturalisasi juga. Jadi di kampung-kampung ada naturalisasi juga, bingung saya, jadi nasional atau akamsi-nya sedikit, di kampung juga ikut-ikutan sewa pemain naturalisasi. Saya bilang ini sih tidak membanggakan lah kalau buat saya," kata Nuroji.

Walau begitu, Nuroji tetap mendukung dan menyetujui naturalisasi yang diajukan oleh PSSI. Syaratnya pemain yang diproses perpindahan warga negaranya memiliki darah keturunan Indonesia. "Khususnya yang dari keturunan Belanda Indonesia, ya saya sepakat-sepakat saja," ucapnya.

"Tapi, yang sama sekali tidak ada darah Indonesia mungkin yang perlu dikurangi, karena kita tahu hubungan Indonesia dengan Belanda, memang banyak orang-orang keturunan Indonesia di sana. Jadi, bagi yang punya keturunan Indonesia, bagi saya gak ada masalah," kata Nuroji menambahkan.

Nuroji pun berharap ke depannya agar PSSI dan Kemenpora dapat menemukan strategi lain agar prestasi Timnas Indonesia bisa terus berkembang, selain melakukan naturalisasi.

"Strategi ini saya rasa tidak bisa dilakukan terus-menerus dalam jangka panjang sebagai cara untuk mendapatkan menjadi juara atau cara instan untuk menjadi juara. Jadi PSSI harus punya strategi lain yang lebih mengedepankan nasionalisme," katanya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore