Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 6 September 2024 | 16.36 WIB

Sulitnya Jadi Kiper Timnas Indonesia Seperti Maarten Paes dan Bintang Persebaya Surabaya Ernando Ari yang Pernah Blunder

Ernando Ari Sutaryadi (tengah) ternyata pernah jadi striker di awal kariernya sebelum jadi kiper andalan Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia. (Instagram/@nandoariiiss) - Image

Ernando Ari Sutaryadi (tengah) ternyata pernah jadi striker di awal kariernya sebelum jadi kiper andalan Persebaya Surabaya dan Timnas Indonesia. (Instagram/@nandoariiiss)

JawaPos.com — Menjadi penjaga gawang Timnas Indonesia adalah tugas yang penuh tantangan. Posisi ini tak hanya menuntut kemampuan fisik dan refleks cepat, tetapi juga mental yang tangguh.

Setiap kesalahan kecil di bawah mistar gawang bisa berujung blunder yang fatal, tentu akan jadi sorotan. Dua kiper andalan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Maarten Paes dan Ernando Ari, sudah merasakan betapa beratnya tekanan yang harus dihadapi di laga-laga besar. Keduanya pernah melakukan kesalahan fatal di lapangan, namun berhasil bangkit dan menunjukkan performa yang luar biasa setelahnya.

Maarten Paes, kiper yang baru memulai debutnya bersama Timnas Indonesia, hampir saja menandai penampilan perdananya dengan blunder yang merugikan tim. Dalam pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Arab Saudi, Paes sempat melakukan kesalahan yang nyaris berakibat fatal bagi Timnas Indonesia.

Pada menit ke-77, kiper yang bermain untuk klub FC Dallas tersebut salah dalam mengontrol bola di bawah tekanan penyerang lawan, Firas Al Buraikan. Kesalahan kontrol itu membuat bola dicuri oleh Firas, dan dalam usahanya untuk merebut kembali, Paes malah menjatuhkan Firas di dalam kotak penalti.

Namun, cerita tak berhenti di sana. Paes, dalam situasi yang sangat menegangkan, berhasil menebus kesalahannya. Dalam duel penalti dengan Salem Al Dawsari, bintang Arab Saudi, Paes dengan tenang membaca arah tembakan dan berhasil menggagalkan tendangan Al Dawsari yang mengarah ke sisi kirinya.

Momen ini menjadi titik balik bagi Paes, yang dari posisi "zero" berhasil menjadi "hero" hanya dalam hitungan detik. Dia tak hanya menebus kesalahannya, tetapi juga memberikan kepercayaan diri yang besar bagi Timnas Indonesia untuk bertahan dan meraih hasil imbang 1-1.

Setelah penyelamatan krusial tersebut, Paes tampil semakin percaya diri di sisa pertandingan. Dia sukses melakukan beberapa penyelamatan penting lainnya, termasuk menggagalkan tembakan keras dari Mohammed Kanno yang berpeluang besar mengubah skor. Penampilan gemilang Paes, terutama setelah blunder, berhasil menjaga skor tetap 1-1 hingga akhir laga. Ragnar Oratmangoen mencetak gol untuk Timnas Indonesia, sementara Arab Saudi membalas lewat Musab Al Juwayr. Satu poin di kandang Arab Saudi jelas menjadi hasil yang cukup memuaskan bagi pasukan Shin Tae-yong di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Blunder yang dilakukan Paes tentu menjadi pelajaran penting. Di balik kesalahan tersebut, dia mampu menunjukkan mentalitas tangguh seorang penjaga gawang, di mana kesalahan harus segera dilupakan dan fokus kembali pada pertandingan. Ini adalah salah satu kualitas yang membedakan kiper hebat dari yang lainnya.

Tak hanya Maarten Paes yang merasakan pahitnya blunder di lapangan. Ernando Ari, kiper muda berbakat Persebaya Surabaya, juga pernah melakukan kesalahan serupa saat membela Timnas Indonesia. Dalam laga melawan Irak di Kualifikasi Piala Dunia 2026, Ernando melakukan blunder yang berujung pada kekalahan 0-2.

Kesalahan fatalnya terjadi ketika dia kehilangan bola dari kontrol kakinya, yang kemudian direbut oleh pemain Irak, Ali Jasim. Situasi ini berujung pada gol kedua Irak, yang menegaskan kekalahan Garuda di laga tersebut.

Namun, kesalahan itu tak membuat Ernando terpuruk. Sama seperti Paes, Ernando mampu bangkit dari kesalahannya dan tampil lebih baik di pertandingan berikutnya. Pada laga melawan Filipina, Ernando sempat hampir mengulangi kesalahan yang sama ketika kembali kehilangan bola di kakinya.

Beruntung kali ini, gawang Indonesia tidak kebobolan, dan tim Garuda berhasil memenangkan pertandingan. Performa Ernando di laga-laga berikutnya semakin matang dan stabil, hingga akhirnya Indonesia berhasil lolos ke putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 dengan menempati posisi kedua klasemen Grup F di bawah Irak.

Ernando yang masih berusia 22 tahun tentu memiliki jalan panjang di depan kariernya. Pengalaman pahit blunder yang pernah dia alami pasti akan menjadi pelajaran berharga untuk memperbaiki diri di masa depan. Kemampuan untuk belajar dari kesalahan dan bangkit kembali adalah hal yang krusial bagi seorang penjaga gawang, terutama di level internasional.

Dari dua kisah tersebut, terlihat jelas bahwa menjadi kiper di Timnas Indonesia bukanlah tugas yang mudah. Tekanan besar selalu ada di pundak para penjaga gawang, mengingat satu kesalahan kecil saja bisa berujung pada kebobolan dan bahkan kekalahan.

Namun, baik Maarten Paes maupun Ernando Ari telah membuktikan bahwa kesalahan bukanlah akhir dari segalanya. Keduanya berhasil bangkit dari blunder yang pernah mereka lakukan dan terus berkontribusi positif untuk Timnas Indonesia.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore