
Ze Valente dan Alwi Slamat yang merupakan mantan kapten Persebaya Surabaya punya nasib berbeda di Liga 1 Indonesia 2024/2025. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya saat ini tengah menyiapkan strategi jelang laga melawan Persita Tangerang pada Sabtu, 14 September 2024. Green Force bertengger nyaman di peringkat 4 klasemen sementara Liga 1 Indonesia 2024/2025 setelah mengumpulkan 7 poin dari tiga pertandingan.
Dua kemenangan di kandang Stadion Gelora Bung Tomo dan hasil imbang di laga tandang membuat mereka optimistis menghadapi pertandingan berikutnya.
Salah satu pilar penting dalam tim ini adalah Bruno Moreira, yang musim ini resmi mengenakan nomor punggung 10 sekaligus menjadi kapten. Pemain asal Brasil ini sudah mencatatkan dua gol dari titik penalti, dan tanggung jawab sebagai pemimpin tim justru membuatnya semakin bersemangat untuk tampil lebih baik.
Namun, di balik kesuksesan Persebaya Surabaya musim ini, nasib dua mantan kapten mereka, Ze Valente dan Alwi Slamat, ternyata cukup kontras di Liga 1 Indonesia 2024/2025.
Bruno Moreira, yang musim lalu mencatatkan 31 pertandingan dengan 10 gol dan 4 assist, kini mendapatkan kesempatan mengenakan nomor 10 yang dia dambakan sejak pertama kali bergabung dengan Persebaya Surabaya pada 2021.
Sebelumnya, nomor keramat ini dimiliki oleh Taisei Marukawa dan Ze Valente. Setelah keduanya hengkang, Bruno Moreira akhirnya mendapatkan nomor tersebut musim ini.
"Saya sudah menginginkannya dari musim-musim sebelumnya, belum rejekinya. Musim ini baru saya memakai nomor itu dan saya menyukainya," ungkap Bruno dikutip dari laman resmi Persebaya Surabaya.
Dia merasa kepercayaan mengenakan nomor 10 merupakan dorongan untuk memberikan kontribusi lebih besar bagi tim, baik melalui gol maupun assist.
Meski nomor 10 sering kali dikaitkan dengan pemain bintang dalam sepak bola, Bruno Moreira tidak merasa tertekan. Sebaliknya, pemain kelahiran Brasil ini ingin membuktikan bahwa dia layak memegang peran sentral dalam skuad Green Force.
Berbeda dengan Bruno Moreira yang masih bersinar di Persebaya Surabaya, mantan kapten Persebaya Ze Valente kini menjadi bagian penting dari Persik Kediri. Setelah hengkang dari Persebaya Surabaya, Ze Valente langsung mendapat tempat di tim utama Persik Kediri. Sejak bergabung, pemain asal Portugal itu telah memainkan peran krusial dengan statistik yang cukup impresif.
Selama memperkuat Persik Kediri sejak Liga 1 Indonesia 2023/2024, Ze Valente tampil dalam 18 pertandingan, mencatatkan 1 gol dan 6 assist. Dia juga mendapatkan dua kartu kuning dan mengoleksi 1.486 menit bermain.
Di Liga 1 Indonesia 2024/2025, Ze telah diturunkan dalam tiga pertandingan dengan torehan 1 assist, 1 kartu kuning, dan total 270 menit bermain.
Sebagai salah satu gelandang serang kreatif, peran Ze Valente di Persik Kediri tak bisa dipandang remeh. Keberadaannya di lapangan menjadi motor penggerak serangan tim berjuluk Macan Putih tersebut. Meskipun belum mencetak gol musim ini, kemampuan distribusi bolanya sangat membantu tim dalam menciptakan peluang.
Nasib Alwi Slamat, mantan kapten Persebaya lainnya, tampaknya tidak seberuntung Ze Valente. Setelah meninggalkan Persebaya Surabaya, Alwi Slamat kini bermain untuk Malut United, klub yang baru promosi ke Liga 1 Indonesia 2024/2025. Namun, perjalanan karier di klub barunya tak berjalan mulus.
Meski bermain cukup reguler di Liga 2 Indonesia musim lalu dengan mencatatkan 15 penampilan dan 1 assist dalam total 1.142 menit bermain, Alwi Salam tampaknya kesulitan mendapatkan tempat di tim utama Malut United musim ini.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
