
Oktafianus Fernando mewakili SJC dan Kompass bersama Guru SD Tunas Jaya (Istimewa)
JawaPos.com - Surabaya Jersey Community (SJC) bersama komunitas Pangkas Rambut Surabaya (Kompass) melakukan kunjungan istimewa ke SD Tunas Jaya pada Selasa (28/5), untuk menyalurkan hasil lelang jersey Marselino Ferdinan.
Kunjungan tersebut bukan hanya untuk menyerahkan bantuan, tetapi juga untuk mengadakan kegiatan sosial yang melibatkan seluruh siswa dan staf pengajar. Lebih dari itu, SJC dan Kompass juga melakukan kelas motivasi pada siswa-siswi.
"Kami (SJC) bersama Kompass tadi pagi melihat langsung sekolah yang mendapatkan manfaat dari kegiatan #lelangamaljerseyindonesia yang kami adakan beberapa waktu lalu,” Kata Yudha
Ketua Umum SJC, Yudha Mustopo menjelaskan selain menyerahkan bantuan dan kegiatan sosial, tujuan kunjungan ini juga sebagai bentuk silaturahmi sekaligus dengan seluruh elemen di SD Tunas Jaya.
“Selain itu, kami juga mengadakan kegiatan sosial, memotong rambut para siswa, membagikan bingkisan snack, dan mendatangkan Oktafianus Fernando, kakak dari Marselino Ferdinan, untuk menghibur siswa dan para pengajar," lanjutnya.
DAMPAK POSITIF BAGI SD TUNAS JAYA
Kunjungan tersebut membawa dampak positif yang signifikan bagi SD Tunas Jaya. Yudha menyebutkan beberapa perubahan penting yang terjadi di sekolah itu. Perubahan tersebut merupakan perbaikan dan penambahan komponen pada beberapa sekor bangunan sekolah.
"Kami melihat beberapa perubahan signifikan setelah dilakukan renovasi. Sekarang sudah ada kanopi di bagian depan sekolah, yang membuat area tersebut lebih teduh dan nyaman untuk beraktivitas. Ada juga pembenahan di beberapa bagian yang membuat bangunan sekolah semakin kokoh dan layak untuk kegiatan belajar mengajar sehari-hari," ujarnya.
Sementara menurut Udy Mashudi, Ketua Umum Kompass, mereka menawarkan potong rambut gratis untuk para siswa atau siswi, pengajar, bahkan warga sekitar yang memang membutuhkan keterampilan mereka sebagai pemangkas rambut.
“Sebagai siswa mereka wajib berpenampilan rapi, khususnya dalam menata rambut. Jadi dari Kompass menawarkan pangkas rambut gratis,” tutur pria yang kerap disapa Hudi itu.
Hudi juga menambahkan bahwa dengan adanya kelas motivasi, mereka berharap bisa memberikan insight baru pada siswa-siswi SD Tunas Jaya.
“Dengan adanya kelas motivasi, kami berharap ada pandangan luas dalam pola pikir anak. Karena profesi kami sebagai tukang cukur rambut juga bisa juga dijadikan profesi untuk mengejar cita-cita mereka,” pungkas Hudi.
ALASAN PEMILIHAN SD TUNAS JAYA
Mengenai alasan pemilihan SD Tunas Jaya, Yudha menjelaskan bahwa pilihan tersebut berasal dari rekomendasi teman-teman di Kompass. Sebab, sekolah tersebut dinilai yang paling layak mendapatkan bantuan karena berbagai faktor.
"SD Tunas Jaya merupakan pilihan dari teman-teman Kompass yang merasa sekolah ini memang layak mendapatkan bantuan. Kami berbagi cerita dan mengecek langsung kondisi sekolah. Secara fisik, bangunan sekolah tidak layak untuk kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
