Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 April 2024 | 21.02 WIB

Mengenang Perjuangan Soeratin Sosrosoegondo untuk Sepak Bola Indonesia, Sosok Legendaris di Balik Berdirinya PSSI

PENDIRI: Potret Soeratin Sosrosoegondo sebagai seorang pendiri sekaligus ketua umum pertama PSSI. (PSSI) - Image

PENDIRI: Potret Soeratin Sosrosoegondo sebagai seorang pendiri sekaligus ketua umum pertama PSSI. (PSSI)

JawaPos.com — Dalam sejarah panjang sepak bola Indonesia, tidak bisa dilepaskan dari peran besar seorang tokoh legendaris, Ir. Soeratin Sosrosoegondo.

Beliau adalah sosok pendiri sekaligus Ketua Umum Pertama Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), yang telah mengabdikan hidupnya untuk memajukan olahraga sepak bola di Tanah Air.

Pada hari jadi PSSI yang ke-94 pada 19 April 2024, kita merayakan dan mengenang perjuangan serta dedikasi luar biasa dari Soeratin untuk sepak bola Indonesia.

Soeratin lahir pada masa yang penuh dengan semangat nasionalisme dan perjuangan melawan penjajahan. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Jerman, Soeratin kembali ke Tanah Air pada 1928. Kecintaannya pada sepak bola tidak pernah padam, bahkan ketika bekerja di perusahaan bangunan Belanda, Sizten en Lausada.

Meskipun duduk sejajar dengan komisaris perusahaan tersebut, Soeratin merasa panggilan nasionalisme yang kuat untuk berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

Keputusan besar dalam hidup Soeratin terjadi ketika dia memilih untuk mundur dari pekerjaannya di perusahaan Belanda tersebut. Meskipun menimbulkan ketidakpastian finansial bagi dirinya dan keluarganya, Soeratin sadar bahwa nasionalisme dan cinta pada Tanah Air harus diletakkan di atas segalanya.

Dia memilih untuk fokus pada perjuangan memajukan sepak bola sebagai wadah untuk menyemai semangat nasionalisme di kalangan pemuda Indonesia.

Dengan tekad yang kuat, Soeratin aktif mengadakan pertemuan dengan tokoh-tokoh sepak bola di berbagai daerah seperti Solo, Jogjakarta, dan Bandung. Pertemuan-pertemuan ini dilakukan secara rahasia untuk menghindari kecurigaan dari pihak kolonial Belanda.

Melalui upaya yang gigih dan penuh semangat, pada 19 April 1930, PSSI resmi didirikan dengan kehadiran wakil-wakil dari berbagai bonden sepak bola di Indonesia.

Perjalanan hidup Soeratin penuh dengan tantangan dan pengorbanan. Pada 1940, dia pindah tugas ke Bandung dan harus menghadapi kesulitan ekonomi serta tekanan dari pihak Belanda yang terus berlanjut. Namun, semangatnya untuk memajukan sepak bola Indonesia tetap berkobar, bahkan di tengah kesulitan yang dialaminya.

Pengabdian Soeratin terhadap bangsa dan negara tidak pernah surut. Meskipun pada akhirnya harus menghadapi kondisi keuangan yang sulit dan sakit-sakitan, Soeratin tetap setia pada misinya untuk memajukan sepak bola Indonesia.

Dia tidak pernah mengharapkan kekayaan pribadi, namun satu-satunya hal yang dia perjuangkan adalah kebanggaan dan harga diri bangsa melalui sepak bola.

Kematian Soeratin pada 1 Desember 1959 meninggalkan duka yang mendalam bagi sepak bola Indonesia. Namun, warisannya terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi-generasi berikutnya.

Nama Soeratin diabadikan dalam berbagai trofi dan turnamen sepak bola di Indonesia, sebagai penghormatan atas dedikasi dan perjuangannya yang luar biasa.

Sosok Soeratin Sosrosoegondo tidak hanya menjadi simbol perjuangan dalam dunia sepak bola Indonesia, namun juga sebagai contoh teladan akan semangat nasionalisme, pengabdian kepada bangsa, dan keteguhan hati dalam menghadapi segala rintangan. Kita tidak boleh melupakan jasa-jasanya yang telah membawa Indonesia ke panggung dunia melalui olahraga sepak bola.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore