
IKONIK: Emanuel De Porras jadi salah satu striker ikonik asal Argentina yang pernah dimiliki oleh PSIS Semarang. (JawaPos.com)
JawaPos.com — PSIS Semarang, sebuah nama yang tidak asing bagi para pencinta sepak bola Indonesia. Klub yang lahir pada 1932 ini telah menorehkan sejumlah prestasi gemilang, termasuk dua trofi yang paling dikenang, yakni juara Perserikatan 1987 dan juara Ligina 1999.
Di balik kesuksesan tersebut, terdapat nama-nama legenda yang tak akan pernah terlupakan oleh suporter PSIS Semarang. Berikut ini adalah lima pemain besar PSIS yang akan abadi di ingatan suporter, bahkan termasuk seorang mantan kiper Persebaya Surabaya.
Legenda besar PSIS Semarang, Ribut Waidi, adalah sosok yang paling diingat oleh para suporter Mahesa Jenar. Lahir di Pati, Jawa Tengah, pada 5 Desember 1962, Ribut memiliki karier gemilang bersama PSIS Semarang dan Timnas Indonesia.
Kesuksesannya bersama PSIS Semarang, terutama saat membawa tim juara Perserikatan pada 1987, mengukuhkannya sebagai salah satu pemain terbaik dalam sejarah klub. Ribut juga menjadi bagian dari Timnas Indonesia yang meraih medali emas sepak bola SEA Games Jakarta 1987. Meskipun telah berpulang pada 3 Juni 2002, jasanya tetap dikenang dengan didirikannya patung Ribut Waidi di Jalan Karangrejo, Semarang.
Dikenal sebagai Maradona dari Purwodadi, Tugiyo adalah pemain fenomenal yang sulit dilupakan oleh suporter PSIS Semarang. Meskipun memiliki tinggi badan hanya 162cm, Tugiyo memiliki keahlian yang luar biasa dalam mencetak gol. Momen bersejarahnya adalah saat dia menjadi pahlawan PSIS Semarang dengan mencetak gol tunggal dalam kemenangan tim pada final Ligina 1999 menghadapi Persebaya Surabaya.
Namun, cedera membuat namanya meredup setelah itu. Meskipun begitu, jasanya dalam membawa PSIS Semarang meraih gelar juara tetap diingat oleh suporter.
Muhammad Ridwan adalah salah satu pemain yang telah memberikan kontribusi besar bagi PSIS Semarang. Beroperasi sebagai pemain sayap kanan, Ridwan mampu mencatatkan 20 gol dari 72 penampilannya selama tiga musim beruntun bersama PSIS Semarang. Keberhasilannya tidak hanya di klub, namun juga membuka pintu Timnas Indonesia untuknya. Ridwan terus berkiprah dalam dunia sepak bola setelah pensiun, kini fokus sebagai pelatih dengan lisensi kepelatihan A AFC dan menjadi pelatih tim Elite Pro Academy PSIS Semarang.
Meskipun hanya bermain semusim bersama PSIS Semarang, Emanuel De Porras meninggalkan kesan yang mendalam bagi suporter Mahesa Jenar. Pemain asal Argentina ini menjadi idola dengan kontribusinya yang mematikan di lini serang. Meskipun gagal membawa PSIS Semarang meraih gelar pada 2006, namun 23 gol yang dia cetak dari 30 penampilannya tetap diingat sebagai momen bersejarah bagi klub.
Terakhir, namun tidak kalah pentingnya, adalah I Komang Putra, mantan kiper Persebaya Surabaya yang kemudian menjadi legenda di PSIS Semarang. Bersama Tugiyo, Komang Putra menjadi pahlawan saat PSIS Semarang meraih gelar juara Ligina 1999.
Meskipun sempat berpindah klub ke Persebaya Surabaya pada tahun 2000 ketika PSIS Semarang terdegradasi ke Divisi Liga 1 Indonesia, dedikasinya untuk PSIS Semarang masih tinggi. Saat ini, I Komang Putra bahkan menjadi pelatih kiper PSIS Semarang, membantu mencetak generasi baru pemain yang tangguh.
Itulah lima legenda PSIS Semarang yang akan selalu abadi di dalam ingatan suporter. Prestasi dan kontribusi mereka telah membawa kebanggaan dan kenangan yang tak terlupakan bagi klub dan kota Semarang.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Jeritan Puluhan Tenaga Kesehatan PPPK Paruh Waktu di Balai Kota DKI: Gaji Ke-13 Tak Cair
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
