
UNIK: Ternyata sebelum era Pratama Arhan di Timnas Indonesia, ada nama Hartono, mantan pemain Persebaya Surabaya yang piawai lakukan lemparan ke dalam jarak jauh. (Kanal Youtube Omah Balbalan)
JawaPos.com — Hartono, nama yang tidak asing bagi para Bonek dan penggemar sepak bola Indonesia, adalah salah satu legenda yang tak terlupakan dari Persebaya Surabaya.
Bergabung dengan klub pada 1990 dan setia membela warna Green Force hingga pensiun pada 2001, Hartono telah meninggalkan jejak yang dalam dalam sejarah klub.
Prestasi terbaiknya bersama Persebaya Surabaya adalah meraih gelar juara Liga Indonesia pada musim 1996/1997. Namun, satu momen yang selalu diingat oleh para penggemar adalah ketika Hartono menjadi bagian penting dalam kemenangan Persebaya Surabaya atas Pelita Jaya dalam final Piala Utama 1990. Dalam pertandingan tersebut, satu dari tiga gol Persebaya Surabaya bermula dari lemparan ke dalam yang dilakukan oleh Hartono.
"Saat itu, Persebaya tertinggal 1-2. Saya mendapat kesempatan melempar bola, dan langsung mengarahkan ke Yusuf Ekodono yang akhirnya mencetak gol lewat tendangan voli ke gawang Pelita. Bagi saya, inilah momen yang paling berkesan," ungkap Hartono pada kanal YouTube Omah Balbalan.
Keistimewaan Hartono terletak pada kemampuannya dalam melempar bola ke dalam lapangan, yang seringkali disamakan dengan tendangan pojok dalam kekuatan dan akurasi. Namun, menurut Hartono sendiri, keahliannya ini tidak didapatkan melalui latihan khusus, melainkan secara alami.
Sebagai anak petani, Hartono sering kali ditugaskan untuk merontokkan padi sebagai bagian dari pekerjaan keluarganya. Meskipun berat, tugas ini menjadikan otot-otot lengan dan bahunya terlatih dengan baik, sehingga kemudian dia mampu menghasilkan lemparan bola yang luar biasa di lapangan sepak bola.
"Kalau pun ada, orangtua saya tak punya uang untuk menyewanya. Alhamdulillah, otot lengan dan bahu saya justru terlatih berkat mengerjakan tugas merontokkan padi. Kayu yang dipakai untuk merontokkan padi memang lumayan berat," ujar Hartono.
Keistimewaan ini kemudian menjadi ciri khas Hartono di lapangan sepak bola. Meskipun dia mengakui bahwa dia tidak pernah membayangkan bisa melempar bola seperti itu. Terlebih lagi, awalnya, dia tidak bermain sebagai bek.
"Pada sebuah partai, saya menggantikan peran bek yang berhalangan hadir. Sebagai bek sayap, saya tentu mendapat banyak kesempatan untuk melempar bola ke dalam lapangan. Saat pertama kali, dalam pikiran saya adalah melempar bola sejauh mungkin. Ternyata bisa sampai ke gawang lawan," papar Hartono yang pernah memperkuat Timnas Indonesia di Piala Tiger 1998.
Dalam perjalanan kariernya, Hartono juga memberikan wejangan kepada para pemain muda seperti Pratama Arhan, bek sayap Timnas Indonesia U-19. Melihat potensi Pratama Arhan, Hartono meyakini bahwa Pratama Arhan memiliki kemampuan yang lebih baik darinya sendiri.
Terbukti lemparan Pratama Arhan terbaru yang terjadi di laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 menghadapi Vietnam di Stadion Gelora Bung Karno, Kamis (21/3). Gol semata wayang yang dicetak oleh Timnas Indonesia melalui kaki Egy Maulana Vikri bermula dari lemparan ke dalam jarak jauh dari Pratama Arhan.
Namun, dia memberikan saran kepada Pratama Arhan agar dapat meningkatkan keefektifan lemparannya dengan mengarahkannya secara lurus dan sejajar dengan posisi tangan.
"Selama ini saya melihat lemparannya agak parabol. Kalau lemparanya lurus pasti lebih jauh dan berbahaya" jelas Hartono yang juga sempat membela Timnas Indonesia tersebut.
Kisah Hartono adalah bukti nyata bahwa talenta alami yang terasah dari pengalaman sehari-hari dapat membawa seseorang meraih kesuksesan di lapangan. Meskipun telah mengakhiri kariernya sebagai pemain, jejak Hartono tetap hidup dalam ingatan para penggemar Persebaya Surabaya, dan warisan keahliannya terus diteruskan oleh pemain-pemain muda seperti Pratama Arhan yang sekarang bermain di K League 1 bersama klub Suwon FC.
Melalui kisah Hartono, kita belajar bahwa inspirasi dan pelajaran dapat datang dari berbagai sumber, bahkan dari pengalaman sederhana seperti merontokkan padi. Dan, semangat untuk terus berjuang dan memberikan yang terbaik, tak peduli di mana kita berada, adalah kunci kesuksesan sejati.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
