Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 6 Februari 2024 | 21.22 WIB

Reva Adi Utama Berpotensi Dapat Sanksi Tambahan Setelah Kartu Merah, Dikabarkan Tetap Duduk di Bench

BERPOTENSI SANKSI: Reva Adi Utama berpotensi mendapatkan sanksi tambahan karena tidak segera pergi ke ruang ganti setelah mendapatkan kartu merah di laga Persebaya Surabaya vs Bhayangkara FC. - Image

BERPOTENSI SANKSI: Reva Adi Utama berpotensi mendapatkan sanksi tambahan karena tidak segera pergi ke ruang ganti setelah mendapatkan kartu merah di laga Persebaya Surabaya vs Bhayangkara FC.

JawaPos.com – Pertandingan sengit antara Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC, Minggu (4/2) sore, tidak hanya menyajikan aksi di lapangan, tetapi juga insiden kontroversial yang melibatkan pemain Persebaya Reva Adi Utama.

Komentar Radja Nainggolan, yang tidak bisa menyembunyikan keheranannya terhadap sikap Reva Adi Utama yang menolak segera meninggalkan lapangan setelah mendapatkan kartu merah, mengundang pertanyaan seputar disiplin dan aturan yang harus diikuti oleh setiap pemain.

Menurut Law 12 - Fouls and Misconduct dalam aturan permainan FIFA, setiap pemain yang mendapatkan kartu merah diwajibkan meninggalkan lapangan secepat mungkin. Dalam hal ini, wasit bertanggung jawab untuk memastikan pemain keluar dari lapangan, dan wasit keempat membantu mengawal pemain menuju terowongan dan selanjutnya ke ruang ganti.

“A player, substitute or substituted player who has been sent off must leave the vicinity of the field of play and the technical area,” tulis aturan FIFA.

Namun, kejadian pada pertandingan antara Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC memunculkan pertanyaan serius terkait kurang patuhnya Reva Adi Utama terhadap aturan tersebut. Setelah menerima kartu merah, Reva Adi Utama tidak segera meninggalkan lapangan dan justru memilih untuk duduk di bangku pemain Persebaya Surabaya.

Hal ini menciptakan ketidakjelasan apakah pemain tersebut dapat kembali berpartisipasi dalam pertandingan atau tidak.

Dalam situasi seperti ini, aturan FIFA sangat tegas. Seorang pemain yang mendapat kartu merah harus meninggalkan lapangan sepenuhnya dan tidak diperbolehkan untuk mengambil bagian lebih lanjut dalam permainan atau duduk di bangku cadangan, jika disediakan. Reva Adi Utama sepertinya melanggar aturan ini dengan jelas, dan hal ini menimbulkan keraguan apakah dia akan dihukum lebih lanjut.

Mengenai masalah ini, Radja Nainggolan menyampaikan, “Sejak Anda mendapat kartu merah dan (apakah bisa) kembali ke lapangan? Saya belum pernah melihat situasi ini.”

Komentar ini mencerminkan kebingungan banyak pihak terkait tindakan Reva Adi Utama yang dianggap tidak lazim.

Dalam kebanyakan pertandingan, pemain yang mendapat kartu merah biasanya langsung menuju ruang ganti sebagai bentuk ketaatan terhadap aturan dan sebagai pertanda pengakuan atas kesalahan yang telah dilakukan. Namun, Reva Adi Utama sepertinya tidak mengindahkan hal ini dan memilih jalur yang kontroversial.

Penolakan Reva Adi Utama untuk segera meninggalkan lapangan bukan hanya pelanggaran terhadap aturan permainan, tetapi juga dapat dianggap sebagai sikap yang tidak sportif. Sikap ini dapat merusak integritas pertandingan dan menimbulkan ketidakpuasan dari berbagai pihak, termasuk penggemar dan pengamat sepak bola.

Menurut Law 12, dalam pertandingan, pemain yang mendapat kartu merah harus meninggalkan area tersebut sepenuhnya. Ini mencakup tidak diperbolehkannya pemain berada di pinggir lapangan atau duduk di bangku cadangan. Aturan ini dibuat untuk menjaga disiplin dan menegaskan bahwa setiap pemain harus menghormati keputusan wasit.

Reva Adi Utama seolah-olah tidak mematuhi aturan ini, dan hal ini bisa berakibat serius. FIFA dan otoritas sepak bola setempat mungkin akan meninjau insiden ini dan mempertimbangkan tindakan disiplin lebih lanjut terhadap Reva Adi Utama. Sanksi yang mungkin diberikan termasuk larangan bermain untuk beberapa pertandingan atau denda yang signifikan.

Pentingnya menegakkan aturan dan disiplin dalam dunia sepak bola tidak bisa diremehkan. Aturan permainan seperti yang diatur oleh FIFA bertujuan untuk menjaga fair play dan keamanan para pemain. Melanggar aturan ini dapat merugikan tidak hanya pemain yang bersangkutan, tetapi juga citra tim dan sepak bola sebagai olahraga yang adil dan bersih.

Pihak Persebaya Surabaya dan Reva Adi Utama sendiri harus segera memberikan klarifikasi terkait insiden ini. Apakah tindakan Reva Adi Utama merupakan keputusan pribadi atau instruksi dari pelatih atau manajemen tim, perlu diketahui untuk menghindari spekulasi yang dapat merugikan semua pihak.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore