
Oktafianus Fernando dan Michael Tata dalam sesi latihan game. (Persebaya)
JawaPos.com - Paul Munster telah membawa perubahan signifikan dalam gaya melatih di Persebaya Surabaya. Oktafinaus Fernando memberikan pandangannya mengenai adaptasi pemain, persiapan menghadapi PSIS Semarang, dan kisah menarik mengenai Marselino Ferdinan ketika menghadapi Libya.
Menurut Oktafinaus Fernando, adaptasi pemain terhadap gaya kepelatihan Paul Munster berjalan dengan baik. Pemahaman taktikal meningkat, dan para pemain lebih paham mengikuti instruksi pelatih baru tersebut.
"Adaptasinya bagus, maksudnya dari pemahaman taktikal meningkat pemain juga paham mengikuti instruksinya dan cara komunikasi dan pendekatan, menurut saya dan teman-teman," ungkapnya.
Oktafinaus Fernando juga memberikan pandangannya terhadap persiapan tim menghadapi PSIS Semarang. Menurutnya, dengan adanya pelatih baru, fokus tim saat ini lebih pada latihan, memahami instruksi, dan strategi yang diusung oleh Paul Munster. Dia mengakui bahwa persiapan untuk pertandingan melawan Semarang menjadi lebih intens, dengan tujuan untuk memahami kekuatan lawan.
Dukungan Penuh ke Marselino Ferdinan
Dalam pembahasan mengenai pertandingan melawan Libya, Oktafinaus Fernando memberikan cerita mengenai tekanan yang diberikan oleh keluarga terhadap adiknya, Marselino Ferdinan, yang sempat dianggap di bawah performa ketika uji coba Timnas Indonesia.
"Maksudnya, itu agar dia tidak berhenti di zona nyamannya. Jadi kita push dia, karena saat kita melihat, orang tua, kakak, dan keluarga lainnya juga merasa bahwa dia under perform waktu lawan Libya," jelasnya.
Oktafinaus Fernando menyadari bahwa Marselino Ferdinan harus terus meningkatkan performa, terutama setelah mengalami cedera selama dua hingga tiga bulan. Meskipun bersyukur atas pencapaian gol, dia menekankan bahwa permainan Marselino Ferdinan secara keseluruhan harus ditingkatkan lagi.
"Makanya di grup keluarga juga sudah kita tingkatkan terus. Bersyukur dia mencetak gol kemarin, tapi secara keseluruhan permainan harus lebih ditingkatkan lagi," tambahnya.
Sebagai pemain yang mencerminkan semangat tim, Oktafinaus Fernando berharap agar pertandingan berikutnya, terutama melawan PSIS Semarang pada 30 Januari 2024 di Stadion Gelora Bung Tomo, dapat menjadi peningkatan yang konsisten. Dengan persiapan matang dan dukungan dari keluarga dan rekan setim, Persebaya Surabaya optimis bisa meraih hasil positif di sisa laga Liga 1 Indonesia 2023-24.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
