Tim sepak bola Jawa Timur meraih medali perunggu di PON XX Papua 2021.
JawaPos.com – Asprov PSSI Jatim harus mengambil keputusan sangat berat. Yaitu, tidak mengirim tim sepak bola ke ajang PON XXI/2024. Surat pernyataan resmi bahkan sudah dikirim langsung ke PB PON pada Senin (16/10).
Isinya, Jatim tidak mengirim tim sepak bola di PON. Kabar yang jelas mengagetkan. Jatim adalah peraih empat medali emas PON. Pada edisi terakhir, PON XX/2021, Jatim meraih medali perunggu.
Lantas, apa yang membuat tim sepak bola tidak dikirim tahun depan? Alasan paling utama adalah soal anggaran.
”Kami tidak dapat dukungan (anggaran) dari Pemprov dan KONI Jatim sesuai harapan. Untuk PON tahun depan, anggaran yang diberikan hanya 25 persen dari anggaran PON Papua 2021,” ungkap Sekretaris Asprov PSSI Jatim Djoko Tetuko kepada Jawa Pos. Jumlah itu dianggap sangat tidak masuk akal.
Djoko memberikan hitung-hitungan. Pada PON XX/2021, setiap pemain mendapat uang saku Rp 3 juta per bulan. Jumlah itu diturunkan menjadi Rp 1 juta per pemain pada PON XXI/2024.
Itu belum dipotong pajak. Pelatih juga demikian. Juru taktik mendapat uang Rp 300 juta per tahun pada PON XX/2021. Lalu diturunkan menjadi Rp 60 juta per tahun.
”Jadi, kalau dihitung-hitung, gaji pelatih ini cuma dapat Rp 5 juta per bulan. Padahal, kami kan harus mengambil pelatih dengan lisensi AFC Pro. Nggak mungkin kan kami gaji seperti pelatih tarkam?” beber Djoko.
Karena itu, Asprov PSSI Jatim tidak mau memaksakan. Jumlah anggaran yang disediakan dianggap tidak bisa memenuhi kebutuhan tim.
”Padahal, dengan anggaran lebih besar saat PON Papua 2021, pengurus asprov masih nombok sekitar Rp 2 miliar. Bagaimana dengan anggaran yang sekarang?” ujar Djoko.
Menurut dia, Asprov PSSI Jatim bukannya diam saja. Mereka sudah melakukan berbagai cara agar tim sepak bola tidak absen di PON XXI/2024. Ketua Umum Asprov PSSI Jatim Ahmad Riyadh bahkan sudah berkirim surat ke Pemprov Jatim.
Termasuk kepada beberapa anggota DPRD Jatim. Tapi, sampai 9 Oktober atau H-7 bergulirnya kualifikasi sepak bola PON XXI/2024, tidak ada respons sama sekali. ”Padahal, kami butuh persiapan dan lain-lain. Karena tidak ada jalan keluar, kami mohon maaf sekali karena gagal mengirim tim sepak bola ke ajang PON,” beber Djoko.
Padahal, tim sudah akan disiapkan. Djoko menyebut beberapa pemain yang berlaga di Porprov 2023 cukup potensial. Mereka diharapkan bakal masuk skuad sepak bola untuk PON tahun depan.
”Tapi, memang sepak bola ini butuh biaya besar karena dihuni banyak pemain. Katanya (pemerintah) peduli dengan olahraga? Tapi, kenapa kesulitan kami tidak ditanggapi? Padahal, sepak bola ini olahraga paling bergengsi,” tegas Djoko.

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
