
TAK BISA LAGI SILATURAHMI: Bonek dan Bobotoh bisa berbaur di satu tribun saat Persebaya Surabaya dan Persib Bandung bertemu di Liga 1.
JawaPos.com – Mulai kompetisi musim 2023–2024, silaturahmi antarsuporter akan dibatasi. Itu terjadi setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengeluarkan surat bernomor 225/LIB-COR/VII/2023.
Surat tersebut sebenarnya ditujukan kepada PSM Makassar dan Bali United yang akan menjalani laga playoff kualifikasi Liga Champions Asia musim 2023–2024. Pertandingan yang digelar dengan sistem kandang-tandang itu tidak boleh dihadiri suporter tim tamu.
Tapi, dalam surat tersebut, PT LIB juga menyampaikan bahwa seluruh pertandingan sepak bola nasional tidak dapat dihadiri suporter klub tamu.
Larangan tersebut jelas memantik kekecewaan dari tokoh-tokoh suporter sepak bola. Hal itu dikatakan oleh Presiden Pasopati (suporter Persis Solo) Agoes Warsoep. Menurut dia, larangan kedatangan suporter tamu sangat konyol.
’’Di belahan dunia mana pun, mana ada suporter tamu dilarang datang dalam sepak bola?’’ katanya ketika dihubungi Jawa Pos, Sabtu (3/6).
Agoes menambahkan, jika larangan tersebut adalah solusi untuk menghentikan kerusuhan dalam sepak bola, itu juga sangat tidak masuk akal. Dia justru menyebut lebih baik Indonesia tanpa sepak bola jika pengurusnya masih berpikir ’’kerdil’’ seperti itu.
’’Justru seringnya suporter bertemu itu memupuk perdamaian. Yang tidak akur sekalipun, kalau sering bertemu, pasti akan jadi akur. Gimana mau damai, ketemu saja tidak bisa,’’ ucapnya.
Dari kelompok suporter PSM Makassar, Panglima Laskar Ayam Jantan Uki Nugraha juga kecewa. Menurut pria yang akrab disapa Daeng Uki tersebut, keputusan yang diambil PT LIB itu sepihak.
Tidak ada pemberitahuan. Mendadak. Apalagi, suporter PSM sudah siap bertandang ke Bali untuk mendukung timnya bertanding di ajang playoff.
’’Kami ini ke Bali bukan naik pesawat. Ada teman-teman yang naik kapal. Kasihan mereka sudah sampai di Bali dan ada juga yang masih di perjalanan lalu mendapat kabar itu. Kami sangat menyayangkan PT LIB mengeluarkan regulasi seperti itu,’’ keluh Daeng Uki.
Perwakilan Bonek Husin Ghozali ikut bersuara. Menurut dia, larangan tersebut justru tidak akan berdampak apa pun bagi sepak bola Indonesia. ’’Yang ada malah hubungan antarsuporter makin jauh,’’ paparnya.
Pria yang akrab disapa Cak Cong itu sangat heran dengan keputusan tersebut. Apalagi pascatragedi Kanjuruhan, banyak suporter yang sudah introspeksi. Sudah melupakan rivalitas yang membunuh.
’’Surabaya–Jakarta sudah adem. Begitu juga dengan adanya Mataram Islah. Jadi, cukup aneh dengan keputusan ini,’’ lanjutnya.
Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus memahami kekecewaan para suporter. Ferry menerangkan, kebijakan itu merupakan kesepakatan bersama dengan semua pemilik klub.
’’Kebijakan itu kami sepakati untuk memuluskan perizinan dari pihak yang berwenang. Kami mempertimbangkan pelaksanaan Liga 1 musim 2023–2024 bersamaan dengan tahun politik,’’ ucap pengusaha asal Manado, Sulawesi Utara, itu.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
