
Ernando Ari (tengah), kiper Persebaya lakukan aksi penyelamatan pada pertandingan Liga 1 melawan Persis Solo di Stadion Maguwoharjo, Sleman, kemarin (21/12). FOTO: ANGGER BONDAN/JAWA POS
JawaPos.com-Persebaya Surabaya pernah menang 5-1 atas Persis Solo dalam laga uji coba yang digelar di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, pada 26 November lalu.
Tapi, saat kedua tim kembali bertemu dalam kompetisi resmi kemarin sore, Persebaya sulit sekali mengulangi hasil positif itu. Bahkan, Green Force –julukan Persebaya– nyaris kalah kalau saja gol Ferdinand Sinaga tidak dianggap offside.
Aji Santoso, pelatih Persebaya, mengakui timnya keteteran meladeni permainan Laskar Sambernyawa –julukan Persis. Padahal, starting line-up Persebaya kemarin tidak jauh berbeda dari saat uji coba melawan Persis.
”Itulah sepak bola. Tadi (kemarin, Red) pemain-pemain kami bermain kurang bagus. Semua tim di Liga 1 pasti pernah mengalami yang namanya tidak top performance. Dalam sepak bola, ini hal yang normal,” ujar mantan pelatih Persela Lamongan itu setelah pertandingan.
Aji lega pertandingan berakhir imbang tanpa gol. Padahal, dalam pertandingan yang dimainkan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jogjakarta, itu, Laskar Sambernyawa mendominasi permainan. Persebaya kalah penguasaan bola 40 persen berbanding 60 persen.
Green Force juga kalah agresif. Hanya bisa melepaskan 14 percobaan tembakan dengan 4 on target. Sementara itu, Laskar Sambernyawa melakukan 21 percobaan tembakan dengan 6 tepat sasaran.
Dalam tekanan hebat tim lawan, mantan pelatih Arema FC itu memberikan apresiasi kepada kiper Persebaya Ernando Ari Sutaryadi. Kiper asal Semarang, Jawa Tengah, itu dinilai banyak melakukan penyelamatan penting.
”Meski dalam beberapa pertandingan lalu tidak clean sheet, saya tetap percaya dengan Ernando. Hari ini (kemarin) dia menunjukkan kelasnya. Dalam beberapa situasi, ada serangan lawan yang semestinya berbuah gol. Tapi, bisa diselamatkan Ernando,” tegas mantan pelatih tim nasional Indonesia tersebut.
Aji berharap performa Ernando terus meningkat. Dan, di sisi lain, mantan pelatih Persik Kediri itu ingin timnya tidak bermain seperti kemarin.
”Di pertandingan pekan ini, kami tampil tidak seperti biasanya. Aliran bola tidak seperti biasanya. Ini tidak terlepas dari faktor kelelahan. Makanya, pada game berikutnya melawan Dewa United, kami berencana merotasi pemain. Kami akan berusaha meraih hasil maksimal,” jelas Aji.
Di sisi lain, pelatih Persis Leonardo Medina menilai kelemahan timnya masih sama. Yakni, sulit mencetak gol. Padahal, Laskar Sambernyawa menguasai jalannya pertandingan.
”Kami sulit mencetak gol karena Persebaya bertahan sangat bagus. Ada sekitar 8–9 pemain yang ikut membantu pertahanan,” ujar mantan asisten pelatih Johor Darul Ta’zim (JDT) tersebut.
Leonardo meyakini kesulitan mencetak gol merupakan bagian dari proses yang sedang dijalani Persis. Menurut dia, secara pemahaman strategi, para pemain mulai mengerti keinginannya.
”Kami sudah bisa mengalirkan bola dengan cepat ke depan. Kami juga mulai bisa mendominasi penguasaan bola. Hanya tinggal sedikit lagi untuk mempertajam penyelesaian akhir,” bebernya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Foto Prabowo-Gibran Dipasang di Salib Merah saat Demo di Monas, PMKRI: Simbol Dua Pendosa
