Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Oktober 2021 | 17.33 WIB

Di Liga 3 Ada Mantan Timnas dan Strata Tertinggi di Sana-sini

MENITI KARIER: Figo Sapta Sahrezi saat seleksi bersama timnas U-19 pada 2019. Dia kini membela Persid Jember. (ISTIMEWA) - Image

MENITI KARIER: Figo Sapta Sahrezi saat seleksi bersama timnas U-19 pada 2019. Dia kini membela Persid Jember. (ISTIMEWA)

JawaPos.com - Jika kelak dalam perjalanan Liga 3 Deltras Sidoarjo bertemu dengan Persinga Ngawi, duel sekaligus reuni itu pun akan terealisasi: Martinus Novianto melawan Sahrul Kurniawan. Mantan penyerang dan eks bek tim nasional U-19 asuhan Indra Sjafri.

Itulah salah satu daya tarik Liga 3 musim ini: bertaburannya para mantan penggawa timnas atau mereka yang pernah berkiprah di strata teratas kompetisi sepak bola di tanah air. Juga, keberadaan sejumlah pelatih berlisensi tinggi yang sebenarnya memenuhi syarat menangani tim Liga 1.

Bagi Martinus, ini adalah kali pertama dia bermain di Liga 3. Liga 1 pernah dicicipinya bersama Bali United. Adapun Liga 2 pernah dijajalnya bareng Celebest FC (2017), Sulut United (2019), dan PSIM Jogjakarta (2020).

Meski kini berada di kompetisi strata terbawah, Martinus sama sekali tidak mempermasalahkan. Dia justru termotivasi membawa Deltras promosi. "Semoga saja saya bisa memberi kontribusi maksimal," katanya.

Photo

LISENSI TERTINGGI: Pelatih Gresik United Subangkit memberikan instruksi di Stadion Gelora 10 November, Surabaya (14/9). (ANGGER BONDAN/JAWA POS)

Dia juga menyukai atmosfer di dalam tim. ’’Ada kebersamaan yang bagus antara manajemen, pelatih, dan pemain,’’ jelas Martinus.

Yandi Sofyan adalah mantan tukang gedor timnas kelompok umur lainnya yang juga akan berkiprah di Liga 3 bersama Persikota Tangerang. Di Persid Jember, ada pula Figo Sapta Fahrezi, mantan gelandang serang Persija Jakarta yang juga pernah mengikuti seleksi timnas U-19.

Mochammad Mari Siswanto sebenarnya juga sudah berniat gantung sepatu setelah kompetisi terhenti akibat pandemi. Apalagi, usaha baru mantan pemain Persisam Samarinda (sebelum diakuisisi Bali United, Red) dan Perseru Serui itu, sebuah warung kopi, juga mulai menghasilkan.

Tapi, kedatangan Agus Priyanto, rekannya sejak mulai meniti karier di kompetisi internal Persebaya Surabaya, mengubah sikap pemain 30 tahun itu. "Agus menawarkan gabung di Mojosari Putra FC, dengan catatan membangun tim dari nobody menjadi somebody.

Photo

KAPTEN: Mochammad Mari Siswanto yang berpernah membela Persisam dan Perseru kini memimpin Mojosari Putra. (WAHYU AGUS FOR JAWA POS RADAR MOJOKERTO)

Di jajaran pelatih, ada Tony Ho. Pelatih Persedikab Kabupaten Kediri itu punya lisensi AFC Pro. Dia bisa menangani klub Liga 1 atau Liga 2. Tapi, dia lebih memilih klub Liga 3. "Saya merasa dihargai. Ini bukan soal uang, melainkan soal ilmu apa yang bisa saya berikan kepada para pemain Persedikab," beber Tony.

Ada juga Subangkit yang kini menangani Gresik United. Pelatih yang berhasil membawa PSIS Semarang promosi itu mengaku tidak ada masalah melatih klub Liga 3.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore