
syaiful indra cahya, M. Nadhiif, (dok PSG Pati)
JawaPos.com-Musim ini adalah tahun pertama M. Nadhiif masuk sebagai pemain profesional. Bersama Persiraja Banda Aceh, pemain asal Bandung itu berharap kariernya lancar. Bisa jadi pemain hebat dan dipanggil timnas Indonesia, seperti halnya rekan seangkatan di Persib U-15 Beckham Putra.
Ketika belum menjalani debut, Nadhiif sudah mendapat trauma luar biasa di sepak bola profesional. Dia ’’dihadiahi’’ tendangan brutal di wajahnya oleh pemain senior Syaiful Indra Cahya ketika timnya beruji coba melawan PSG Pati (6/9).
’’Saya nyangkanya dipukul. Dia (Syaiful) sleeding lalu mukul aku. Tapi, setelah di bus perjalanan pulang, dilihatkan video sama teman-teman. Ternyata kakinya ngangkat ke wajah saya,’’ terangnya saat dihubungi Jawa Pos kemarin (7/9).
Nadhiif mengaku masih ingat betul bagaimana wajahnya terbentur. Dia juga ingat ketika kepalanya jatuh ke tanah lebih dulu pada pertandingan Senin lalu. ’’Itu mikirnya muka saya kenapa-kenapa. Sakit banget, kepala sakit banget,’’ ungkapnya.
Beruntung, setelah mendapat perawatan, Nadhiif bisa bangun. Tapi, kepalanya masih terasa sakit. ’’Bangun tidur ini tadi (kemarin) pusing. Tapi sudah mendingan. Tidak seperti setelah ditendang,’’ jelasnya.
Pemain yang masih berusia 20 tahun itu mengungkapkan, dirinya sudah melakukan CT scan bersama tim medis Persiraja. Syukurnya, tidak ada masalah serius di kepalanya setelah mendapat tendangan kungfu dari Syaiful.
’’Gigi juga tidak ada yang patah, alhamdulillah. Hanya saja, kalau ngunyah masih sakit, rahang bagian kiri bawah sakit,’’ paparnya.
Nadhiif mengaku diminta istirahat dulu beberapa hari ke depan. Dia tidak boleh melakukan aktivitas berat. Termasuk latihan bersama Laskar Rencong.
’’Ini sambil diobservasi. Dilihat apa masih pusing dan mual-mual. Oleh dokter diberi waktu tiga hari untuk istirahat,’’ ungkapnya.
Pemain yang musim lalu berkostum PSS Sleman U-20 itu menuturkan, aksi brutal tersebut dijadikannya pelajaran. Dia tidak ingin ke depannya mendapat perlakuan serupa di sepak bola profesional.
Ada perasaan trauma. Dia takut kembali mendapatkan aksi brutal di lapangan. ’’Pelajaran juga untuk saya. Lebih hati-hati lagi kalau misal ada pemain-pemain yang bisa mencederai,’’ ungkapnya.
’’Senior-senior juga bilang agar saya bisa proteksi diri sendiri. Semoga ke depannya tidak ada kejadian seperti ini lagi,’’ sambungnya.
Soal perlakuan Syaiful, dia mengaku sudah memaafkan. Dia menyadari mantan pemain Persija dan Arema FC itu tidak sengaja melakukannya. ’’Ya, sudah memaafkan. Tapi, jangan sampai ada lagi yang seperti ini,’’ ujarnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
