
Pemain Persija, Osvaldo Haay gol pertama Persija saat melawan Borneo FC, pada laga Liga 1 2020 di Stadion Utama GBK, Minggu 1/3/2020. Persija menang dengan skor 3-2. Gol Persija dicetak masing-masing oleh Osvaldo Haay, Marko Simic dan Evan Dimas. Foto: Ch
JawaPos.com – Belum juga bergulir dan mendapatkan izin dari Polri, Liga 1 musim 2021 sudah diwarnai polemik. Yang terkini adalah soal wacana penghapusan degradasi untuk musim ini. Rencana itu keluar dari hasil rapat Exco PSSI pada 3 Mei lalu.
Wacana tanpa degradasi tersebut kali pertama dikatakan salah seorang anggota Exco PSSI Hasani Abdulghani. Dia mengatakan bahwa mayoritas klub peserta Liga 1 menginginkan musim ini tidak ada tim yang turun ke divisi kedua. Alasannya adalah faktor ekonomi.
Hasani menjelaskan, sebagian besar tim dalam kondisi keuangan yang sulit saat ini. Efek pandemi korona membuat klub-klub sulit mempersiapkan tim dengan maksimal.
’’Daripada nanti banyak klub yang kolaps di tengah jalan, makanya dicari jalan tengah. Yaitu, khusus 2021 ditiadakan degradasi,’’ tegasnya.
Dia sadar wacana tersebut tidak populer. Banyak yang menganggap mencederai fair play. Namun, apa yang dilakukan merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia di masa pandemi ini.
’’Tapi, keputusan tersebut yang terbaik dalam keadaan ’sakit’ seperti saat ini,’’ katanya ketika dihubungi Jawa Pos kemarin (7/5).
Hasani juga menyadari saat ini ada beberapa klub yang menolak wacana tanpa degradasi tersebut. Dia meminta klub peserta tenang. Sebab, hasil rapat exco itu belum resmi. ’’Jadi, di kongres (29 Mei) saja perdebatannya. Kalau mayoritas setuju, yang minoritas seharusnya ikut ya,’’ ujarnya.
Jika di kongres diputuskan tanpa degradasi, lanjut dia, sifatnya juga tidak permanen. Pada musim 2022, regulasi tersebut bisa diubah lagi. Termasuk jumlah peserta yang bakal jadi 20 tim karena musim ini yang promosi dari Liga 2 hanya dua tim.
’’Untuk 2022 belum dibahas. Bisa jadi kembali 18 atau mungkin menjadi 20 tim di Liga 1. Harus dilihat dulu plus minus kompetisi 2021,’’ jelasnya.
Namun, walau merupakan hasil rapat Exco PSSI, nyatanya tidak semua anggota exco setuju dengan keputusan tersebut. Salah satunya Haruna Soemitro. Dia menolak tegas wacana yang keluar dari rapat exco tersebut.
Haruna justru mempertanyakan apa benar yang diucapkan Hasani soal kompetisi tanpa degradasi. Menurut dia, rapat exco pada 3 Mei lalu tidak memutuskan Liga 1 tanpa degradasi.
’’Itu kata siapa dan keputusannya siapa? Coba minta notulen rapatnya. Saya juga ikut dan tak mendengar soal itu,’’ tanyanya.
Haruna menegaskan, dirinya berada di pihak yang menolak kompetisi tanpa degradasi. Bagi dia, hal itu sangat tidak masuk akal walaupun alasannya adalah faktor ekonomi peserta di masa pandemi korona.
’’Sampai mati saya tetap tidak setuju kompetisi tanpa degradasi. Kecuali, itu dinamakan turnamen,’’ ucapnya.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
