Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 8 Mei 2021 | 22.56 WIB

Sampai Mati Saya Tetap Tidak Setuju Kompetisi tanpa Degradasi

Pemain Persija, Osvaldo Haay gol pertama Persija saat melawan Borneo FC, pada laga Liga 1 2020 di Stadion Utama GBK, Minggu 1/3/2020. Persija menang dengan skor 3-2. Gol Persija dicetak masing-masing oleh Osvaldo Haay, Marko Simic dan Evan Dimas. Foto: Ch - Image

Pemain Persija, Osvaldo Haay gol pertama Persija saat melawan Borneo FC, pada laga Liga 1 2020 di Stadion Utama GBK, Minggu 1/3/2020. Persija menang dengan skor 3-2. Gol Persija dicetak masing-masing oleh Osvaldo Haay, Marko Simic dan Evan Dimas. Foto: Ch

JawaPos.com – Belum juga bergulir dan mendapatkan izin dari Polri, Liga 1 musim 2021 sudah diwarnai polemik. Yang terkini adalah soal wacana penghapusan degradasi untuk musim ini. Rencana itu keluar dari hasil rapat Exco PSSI pada 3 Mei lalu.

Wacana tanpa degradasi tersebut kali pertama dikatakan salah seorang anggota Exco PSSI Hasani Abdulghani. Dia mengatakan bahwa mayoritas klub peserta Liga 1 menginginkan musim ini tidak ada tim yang turun ke divisi kedua. Alasannya adalah faktor ekonomi.

Hasani menjelaskan, sebagian besar tim dalam kondisi keuangan yang sulit saat ini. Efek pandemi korona membuat klub-klub sulit mempersiapkan tim dengan maksimal.

’’Daripada nanti banyak klub yang kolaps di tengah jalan, makanya dicari jalan tengah. Yaitu, khusus 2021 ditiadakan degradasi,’’ tegasnya.

Dia sadar wacana tersebut tidak populer. Banyak yang menganggap mencederai fair play. Namun, apa yang dilakukan merupakan salah satu cara untuk menyelamatkan sepak bola Indonesia di masa pandemi ini.

’’Tapi, keputusan tersebut yang terbaik dalam keadaan ’sakit’ seperti saat ini,’’ katanya ketika dihubungi Jawa Pos kemarin (7/5).

Hasani juga menyadari saat ini ada beberapa klub yang menolak wacana tanpa degradasi tersebut. Dia meminta klub peserta tenang. Sebab, hasil rapat exco itu belum resmi. ’’Jadi, di kongres (29 Mei) saja perdebatannya. Kalau mayoritas setuju, yang minoritas seharusnya ikut ya,’’ ujarnya.

Jika di kongres diputuskan tanpa degradasi, lanjut dia, sifatnya juga tidak permanen. Pada musim 2022, regulasi tersebut bisa diubah lagi. Termasuk jumlah peserta yang bakal jadi 20 tim karena musim ini yang promosi dari Liga 2 hanya dua tim.

’’Untuk 2022 belum dibahas. Bisa jadi kembali 18 atau mungkin menjadi 20 tim di Liga 1. Harus dilihat dulu plus minus kompetisi 2021,’’ jelasnya.

Namun, walau merupakan hasil rapat Exco PSSI, nyatanya tidak semua anggota exco setuju dengan keputusan tersebut. Salah satunya Haruna Soemitro. Dia menolak tegas wacana yang keluar dari rapat exco tersebut.

Haruna justru mempertanyakan apa benar yang diucapkan Hasani soal kompetisi tanpa degradasi. Menurut dia, rapat exco pada 3 Mei lalu tidak memutuskan Liga 1 tanpa degradasi.

’’Itu kata siapa dan keputusannya siapa? Coba minta notulen rapatnya. Saya juga ikut dan tak mendengar soal itu,’’ tanyanya.

Haruna menegaskan, dirinya berada di pihak yang menolak kompetisi tanpa degradasi. Bagi dia, hal itu sangat tidak masuk akal walaupun alasannya adalah faktor ekonomi peserta di masa pandemi korona.

’’Sampai mati saya tetap tidak setuju kompetisi tanpa degradasi. Kecuali, itu dinamakan turnamen,’’ ucapnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore