Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Desember 2020 | 00.21 WIB

Desak Investigasi Soal Rumor Jual Beli Posisi Manajer Timnas U-19

Stok_Syaukqi-Diskusi PSSI Berubah atau Bubrah-Allex Qomarulla/Jawa Pos - Image

Stok_Syaukqi-Diskusi PSSI Berubah atau Bubrah-Allex Qomarulla/Jawa Pos

JawaPos.com – Adanya dugaan isu praktik jual beli jabatan manajer timnas U-19 menyita perhatian banyak pihak. Jika benar terjadi, hal itu tentu saja mencoreng nama PSSI dan para anggotanya.

Menyikapi hal tersebut, beberapa Asprov PSSI mengadakan diskusi virtual pada Selasa malam lalu (22/12). Di antaranya, ada Asprov PSSI Jawa Timur, Asprov DI Jogjakarta, dan Asprov Sumatera Selatan.

Mereka berkumpul untuk mengambil sikap terkait rumor yang menyeret nama Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan itu. Jajaran asprov sepakat bahwa hal itu harus diselesaikan sesuai aturan.

Baca Juga: Menpora Desak Pengungkapan Isu Suap Posisi Manajer Timnas U-19

Ketua Umum Asprov PSSI DI Jogjakarta Ahmad Syauqi Suratno mengatakan bahwa diskusi tersebut tidak resmi atau formal. ’’Karena tidak semua asprov ikut. Yang ikut ini hanya teman-teman yang merasa peduli, merasa mendapatkan impact atas adanya kasus ini,’’ ungkapnya.

Lantas, apa langkah setelah adanya pertemuan virtual tersebut? Syauqi menuturkan, ada tiga langkah yang diungkapkan Asprov DI Jogjakarta. Yang pertama adalah mengikuti proses kasus tersebut saat ini.

Sementara, kasus tersebut memang sudah diproses oleh Badan Yudisial PSSI dengan melakukan pemanggilan kepada dua nama. Yakni, Achmad Haris dan Djoko Purwoko.

Dua nama yang tercantum dalam bukti setoran senilai 100 ribu dolar Singapura atau setara dengan Rp 1 miliar yang diduga sebagai pelicin langkah Dodi Reza Alex Noerdin untuk menjadi manajer timnas U-19.

’’Kalau cerita itu benar hasil dari investigasi badan yudisial, maka PSSI atau federasi mengulang kesalahan masa lalu,’’ katanya.

Tapi, Syauqi untuk sementara tidak mau berandai-andai. Pihaknya memilih menunggu hasil dari badan yudisial setelah memanggil Haris dan Djoko. ’’Biarkan berproses dulu. Nanti sesudah itu kami akan minta penjelasan seperti apa,’’ ucapnya.

Penjelasan itu dinilai sangat penting. Sebab, Asprov PSSI merupakan member dari federasi. Berhak tahu mengenai masalah yang ada, apalagi mencoreng integritas PSSI sebagai federasi.

’’Jadi, harapan kami hasil dari badan yudisial itu harus dijelaskan kepada kami anggota. Baru nanti kami bersikap seperti apa,’’ katanya.

Hal senada dikatakan Sekretaris Asprov PSSI Amir Burhannudin. Dia menuturkan, pertemuan virtual dilakukan untuk saling mengungkapkan mengenai isu yang ada. Sebab, isu tersebut simpang siur yang kemudian mengakibatkan integritas PSSI jadi hancur di beberapa daerah.

’’Jangankan antar-Asprov PSSI, di antara Exco PSSI saja banyak yang tidak tahu soal kasus ini,’’ ucapnya. ’’Kami yang bawah ini serbasusah mengelola sepak bola. Ketika meyakini sedikit demi sedikit ada hasilnya, eh di tingkat elite ada isu itu, kan menggelikan,’’ lanjutnya.

Amir menegaskan, pihaknya berharap badan yudisial yang ditunjuk statuta untuk mengatasi masalah di PSSI bisa bekerja dengan baik. Minimal bisa meyakinkan publik jika masalah terkait suap-menyuap diselesaikan secara objektif.

’’Jangan sampai nanti mengambang. Tidak ada urusan lagi ewuh pakewuh. Karena ini menyangkut nama federasi. Apalagi, kasusnya paling tabu. Yaitu, suap-menyuap. Ingat, mafia bola ada kan karena suap-menyuap,’’ tegasnya.

Mereka yang melakukan pertemuan secara virtual itu dikatakan Amir tidak meminta deadline kapan kasus tersebut diselesaikan kepada badan yudisial. Tapi, yang pasti harus secepatnya. ’’Kami juga percaya badan yudisial ini bekerja dengan baik. Karena ini badan yang sakral di PSSI,’’ tutur pria asal Tuban tersebut.

Pihaknya juga sudah membuat rangkuman mengenai hasil dari pertemuan secara virtual Selasa malam lalu. Rangkuman itu sudah diberikan kepada Ahmad Riyadh.

’’Beliau anggota Exco PSSI dan ketua Asprov PSSI Jawa Timur. Bisa jadi representasi dari kami kalangan asprov. Pak Riyadh siap menyampaikan dalam rapat exco. Atau, jika tidak ada rapat, akan mengirimkannya kepada ketua umum, wakil ketua umum, dan Plt Sekjen PSSI,’’ paparnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore