Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 7 Desember 2020 | 05.27 WIB

Ditendang dari Timnas, Dikirim 49 Hari ke Pesantren

JawaPos.com − Bhayangkara FC langsung mendepak Serdy Ephi Fano setelah melakukan tindakan indisipliner di training camp timnas Indonesia U-19. Barito Putera bersikap lebih lunak terhadap Yudha Febrian. Pemain 18 tahun itu disanksi dengan dimasukkan ke pesantren di Jawa Barat.

Manajer Barito Putera Mundari Karya mengatakan, tindakan tersebut diambil dengan banyak pertimbangan. Salah satunya adalah ucapan menyesal dan permintaan maaf dari Yudha dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa.

’’Dia (Yudha) juga sudah menjelaskan semuanya, kenapa sampai bisa melakukan tindakan indisipliner tersebut. Jadi, menurut kami, mengirimnya ke pesantren sangat tepat saat ini,’’ jelasnya.


Mundari menuturkan, Barito Putera memilih menyelesaikan masalah Yudha dengan kekeluargaan karena beberapa pertimbangan. Yang pertama tentu sikap Yudha yang benar-benar menyesal. Lalu, usia sang pemain yang dirasa masih bisa berubah ke arah lebih baik.

’’Setiap orang pernah punya salah, bergantung bagaimana nanti mau berubah lebih baik atau tidak. Kami beri kesempatan Yudha untuk berubah dulu di pesantren,’’ bebernya.

Yudha tak hanya nyantri. Selama di pesantren, dia tetap menjalani kewajiban sebagai pemain profesional. Barito Putera akan mengirimkan pendamping selama Yudha di pesantren. Pendamping tersebut adalah seorang pelatih fisik.

’’Masih didiskusikan dengan coach Djadjang Nurdjaman, karena pesantrennya di Jawa Barat. Siapa yang akan dampingi nanti coach yang pilih. Tapi, kemungkinan besar pelatih fisik ya,’’ paparnya.

Pelatih fisik itu akan menjaga performa Yudha selama di pesantren. Barito Putera tak ingin fisik Yudha kedodoran selama nyantri. ’’Kan 49 hari dia di sana. Jadi, fisiknya bisa terjaga. Nanti kembali ke tim tidak perlu adaptasi lagi,’’ katanya.

Mundari menyebut Barito Putera tak hanya mengirimkan Yudha ke pesantren. Ada banyak persyaratan agar Yudha benar-benar tidak mengulangi perbuatan indisipliner lagi.

’’Jadi, kami terus ikuti perkembangannya di pesantren. Kalau di sana dia tidak berubah, tentu akan ada tindakan tegas lainnya dari manajemen,’’ ungkapnya.

Karena itu, dia berharap Yudha menunjukkan perubahan. ’’Karena potensi pemain ini besar. Jadi, tindakan indisipliner justru akan mematikan karirnya. Sekarang semua kembali ke Yudha, mau berubah atau tidak,’’ paparnya.

Yudha sudah mengakui perbuatannya. Jebolan timnas U-16 itu juga sudah meminta maaf kepada Barito Putera. Yudha pun menerima segala konsekuensi. Termasuk jika nanti sikapnya tidak berubah setelah 49 hari di pesantren. ’’Saya sudah siap dan ikhlas menjalani ini. Supaya ke depannya saya bisa lebih baik lagi,’’ tuturnya.

Editor: Ainur Rohman
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore