Pemain Persebaya, Rachmat Irianto, saat tiba di Stadion Gelora Bumi Kartini jelang menghadapi Persijap Jepara. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Salah satu penyebab kekalahan memalukan Persebaya Surabaya dari tim papan bawah Persijap Jepara adalah terpaksa bermain dengan 10 orang, terlebih setelah Rachmat Irianto diganjar kartu merah pada menit ke-86.
Meski ia diganjar kartu merah saat Persebaya sudah tertinggal 2-0, namun hal itu tetap saja merugikan karena ketika Green Force mampu memperkecil keadaan menjadi 2-1 lewat penalti Bruno Moreira, Persijap justru mampu menambah gol lewat Iker Guarrotxena di pengujung injury time memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Saking frustasinya pelatih Bernardo Tavares, ia sampai meminta para pemainnya bersikap lebih baik lagi ke depannya dan mampu mengontrol emosi agar tidak semakin merugikan tim.
"Saya perlu ingatkan kepada para pemain kami bahwa kami seharusnya bisa bersikap lebih baik dan mampu mengontrol emosi," tegas Tavares seperti dikutip dari akun YouTube resmi klub.
Dengan kartu merah yang diterima oleh Rachmat Irianto, Persebaya kini telah sah menjadi tim Super League yang mengoleksi kartu merah terbanyak dengan jumlah tujuh kartu.
Uniknya, tim yang menemani Green Force memegang predikat buruk tersebut adalah lawan mereka kemarin, Persijap Jepara, yang juga mengoleksi tujuh kartu merah.
Hal ini tentunya sangat merugikan karena putra dari legenda Persebaya, almarhum Bejo Sugiantoro itu dipastikan absen saat menjalani big match lawan PSM Makassar Rabu (25/2) di Stadion Gelora Bung Tomo.
Absennya Rian akan menambah panjang daftar pemain yang tidak bisa memperkuat Persebaya. Meski belum dapat dipastikan, namun Tavares khawatir skuadnya belum bisa full team untuk pertandingan berikutnya.
"Dengan masih adanya sejumlah pemain yang absen karena cedera dan terkena akumulasi kartu untuk laga berikutnya, maka kami akan mencoba menerapkan rencana yang bagus," imbuhnya.
Performa Rian sendiri bisa dibilang bermain buruk saat laga tersebut. Baru dimainkan pada awal babak kedua menggantikan Toni Firmansyah, ia diharapkan bisa memperkuat lini tengah. Namun, nyatanya ia nyaris tanpa kontribusi.
Mengutip dari Sofascore, ia hanya mendapat rating 5,8 atau yang terendah diantara pra penggawa Green Force lainnya. Sebagai gelandang, ia tidak mencatatkan satu pun umpan kunci maupun crossing akurat. Beruntung akurasi umpannya masih di angka 78 persen.
Kontribusinya dalam membantu menjaga pertahanan juga minim, ia tidak mencatatkan tekel sukses, intersep, clearance, serta blocking. Gol kedua Persijap yang dicetak Alexis Gomez juga ada unsur kegagalan dari Rian dalam berduel dengan Alexis.
Kartu merah pada menit ke-86 semakin menambah hari kelabu dari mantan pemain Persib Bandung tersebut. Rian pun dipastikan absen saat menghadapi PSM Makassar di hadapan Bonek Rabu lusa.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
