
Pelatih Persija Mauricio Souza. (persija.id)
JawaPos.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, enggan gusar mengetahui timnya makin berjarak dengan Persib Bandung dalam klasemen sementara Super League 2025/2026. Ia tetap tenang dan santai menyikapi situasi yang ada saat ini.
Persija baru saja mendapatkan hasil pahit saat menjamu Arema FC dalam pertandingan pekan ke-20 Super League 2025/2026. Macan Kemayoran dipaksa bertekuk lutut Singo Edan dengan dua gol tanpa balas di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (8/2) malam WIB.
Gawang Persija yang dikawal oleh Carlos Eduardo harus kebobolan dua kali oleh Gabriel Silva. Winger asal Brasil itu mencetak brace, masing-masing pada menit ke-82 dan ke-90+11.
Kekalahan itu berdampak pada posisi Persija Jakarta dalam persaingan perebutan gelar juara musim ini. Macan Kemayoran jadi tertahan di urutan ketiga klasemen sementara dengan 41 poin.
Artinya, Persija kini tertinggal enam poin dari Persib Bandung dan lima poin dari Borneo FC yang ada di peringkat satu dan dua klasemen sementara Super League. Selisih ini melebar karena kedua rivalnya meraih kemenangan pada pekan yang sama.
Persib Bandung diketahui menang 2-0 atas Malut United FC, sementara Borneo FC Samarinda menang 2-1 kontra Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Mauricio Souza menyadari situasi tersebut. Tapi, dia menolak cemas dan tetap fokus dengan persaingan papan atas. Pelatih asal Brasil itu menyebut bahwa kompetisi Super League 2025/2026 masih panjang.
“Terkait keunggulan Bandung, kami hanya fokus mengontrol apa yang ada pada kami sendiri. Ini adalah pertandingan yang sangat penting karena dua pesaing di atas kami sama-sama meraih kemenangan. Kompetisi masih panjang,” kata Souza dalam konferensi pers usai laga.
Menurut Souza, fokus Persija saat ini agar para pemain barunya bisa beradaptasi dengan baik. Ia mengatakan sejunlah rekrutan anyar, termasuk Mauro Zijlstra, masih perlu waktu untuk beradaptasi dengan skema permainannya.
“Fokus saya sekarang adalah membimbing para pemain yang baru datang. Kami kehilangan delapan pemain dan hari ini juga masih kehilangan tiga pemain. Mauro (Zijlstra), misalnya, baru menjalani satu kali sesi latihan bersama kami,” terang dia.
Lebih lanjut, Souza turut berbicara mengenai performa Persija lawan Arema FC. Eks pelatih Madura United itu menilai perjuangan Rizky Ridho dan kawan-kawan sebenarnya patut diapresiasi dan tidak buruk.
Hanya saja hasil tak berpihak pada Persija. Ia pun menerima hasil ini dengan lapang dada.
“Saya menilai kami beberapa kali mampu menembus pertahanan Arema. Yang kurang hanyalah kualitas dan ketenangan pada umpan terakhir. Saya mengubah skema pressing untuk memaksa Arema membangun serangan dari bawah, tetapi mereka memilih bermain dengan bola-bola panjang,” ujarnya.
“Namun, semangat juang tidak pernah kurang. Sepanjang pertandingan kami terus berusaha mencetak gol dan kami akan tetap seperti ini, berusaha memberikan kepada Persija peran protagonis yang memang layak mereka dapatkan,” pungkas Souza.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
