
Bus Persela yang menjadi korban pelempatan batu. (Istimewa)
JawaPos.com–Bus milik tim Persela Lamongan dikabarkan menjadi korban pelemparan batu saat perjalanan pulang usai laga melawan PSS Sleman. Insiden tersebut terjadi pada Minggu (18/1) malam, ketika rombongan tim berjuluk Laskar Joko Tingkir hendak memasuki jalan tol untuk kembali ke Lamongan.
Peristiwa ini terjadi tidak lama setelah pertandingan PSS Sleman vs Persela Lamongan yang berakhir dengan skor imbang 1-1. Laga tersebut digelar di Stadion Maguwoharjo, Sleman, dan berlangsung cukup ketat hingga menit akhir.
Gol pembuka dicetak tuan rumah PSS Sleman melalui penyerang asal Brasil Gustavo Tocantis pada menit ke-38. PSS sempat unggul dan menguasai jalannya pertandingan, namun walaupun tertinggal Persela Lamongan terus berupaya menyamakan kedudukan.
Gol penyama kedudukan lahir di menit ke-85 lewat sepakan pemain anyar Persela Titan Agung yang memanfaatkan kelengahan lini belakang PSS. Hasil imbang tersebut membuat kedua tim harus berbagi poin.
Namun, suasana pasca pertandingan ternodai oleh kabar pelemparan batu terhadap bus Persela. Informasi awal mengenai insiden ini pertama kali mencuat melalui unggahan akun Instagram @persela_football.club.
”Bus Persela FC dilempar batu, pas perjalanan pulang mau masuk tol. Sleman – Lamongan seduluran,” tulisnya dalam unggahan itu.
Dari informasi yang beredar, bus mengalami kerusakan akibat lemparan batu tersebut. Meski demikian, belum ada laporan resmi terkait korban luka dari pihak pemain maupun ofisial tim. Hingga saat ini, identitas pelaku pelemparan juga belum diketahui.
Pihak Persela Lamongan maupun manajemen PSS Sleman belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kejadian ini. Namun, banyak pihak berharap insiden tersebut tidak berkembang menjadi isu yang dapat merusak hubungan baik antar suporter kedua tim.
Selama ini, hubungan suporter Persela Lamongan dan PSS Sleman dikenal cukup harmonis. Tagar Sleman-Lamongan Seduluran kerap digaungkan sebagai simbol persaudaraan antar pendukung klub.
Karena itu, publik berharap peristiwa ini merupakan ulah oknum dan tidak mencerminkan sikap suporter secara keseluruhan. Diharapkan pihak kepolisian dapat segera mengusut kasus pelemparan bus Persela Lamongan ini dan menangkap pelaku.
Langkah tegas dinilai penting untuk menjaga keamanan tim tamu serta menciptakan iklim sepak bola yang aman, nyaman, dan sportif bagi semua pihak.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
