
Kondisi dada Firman Nugraha yang robek kecil tendangan horor Muhammad Hilmi. (Instagram @emosijiwakucom)
JawaPos.com — Retaknya tulang rusuk pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha akibat tendangan kung fu brutal dari pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi masih menjadi kabar yang dibicarakan banyak orang.
Manajemen Perseta 1970 Tulungagung memastikan Firman Nugraha mengalami retak tulang rusuk bagian bawah akibat benturan keras di area dada. Cedera ini dinilai serius karena berisiko mengganggu organ vital di dalam tubuh.
Manajer Perseta 1970 Tulungagung Rudi Iswahyudi menjelaskan insiden terjadi pada menit ke-72 pertandingan.
Saat itu Firman berusaha merebut bola dari pemain PS Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar, namun justru menerima tendangan keras.
"Firman terkena tendangan keras di bagian dada. Setelah kejadian itu, kondisinya sempat kejang dan harus mendapatkan perawatan di ambulans," kata Rudi.
Situasi tersebut membuat suasana pertandingan sempat menegangkan.
Meski sempat mendapatkan penanganan medis di lapangan, Firman menolak dibawa ke rumah sakit. Ia merasa kondisinya mulai membaik dan memilih tetap bersama tim.
Namun pada malam harinya, Firman mengeluhkan sesak napas kepada tim ofisial Perseta 1970 Tulungagung. Keluhan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh manajemen demi menghindari risiko yang lebih besar.
Tim ofisial kemudian membawa Firman ke RSUD Kabupaten Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Pemeriksaan rontgen dilakukan untuk mengetahui kondisi tulang dan organ dalam.
"Hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya retakan pada tulang rusuk bagian bawah. Kondisi ini masuk kategori cedera serius dan berisiko," ujar Rudi.
Temuan itu membuat manajemen mengambil keputusan tegas terkait kondisi pemain.
Berdasarkan hasil medis, manajemen Perseta 1970 Tulungagung memutuskan mengistirahatkan Firman dari seluruh aktivitas latihan dan pertandingan. Ia hanya akan kembali bermain setelah dinyatakan pulih sepenuhnya oleh tim medis.
Rudi menegaskan keselamatan pemain menjadi prioritas utama, meski tim sedang berjuang di fase krusial kompetisi. Manajemen tidak ingin memaksakan kondisi pemain demi hasil jangka pendek.
"Saat ini Firman masih dalam observasi tim medis. Manajemen bertanggung jawab penuh terhadap pemulihan pemain dan tidak akan mengambil risiko apa pun," katanya.
Keputusan tersebut juga diambil demi menjaga kondisi mental pemain lain.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
