Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 4 Juni 2023 | 19.15 WIB

Kecam Larangan Kehadiran Suporter Tamu, LIB Berdalih Liga 1 Berbarengan dengan Tahun Politik

TAK BISA LAGI SILATURAHMI: Bonek dan Bobotoh bisa berbaur di satu tribun saat Persebaya Surabaya dan Persib Bandung bertemu di Liga 1. - Image

TAK BISA LAGI SILATURAHMI: Bonek dan Bobotoh bisa berbaur di satu tribun saat Persebaya Surabaya dan Persib Bandung bertemu di Liga 1.

JawaPos.com – Mulai kompetisi musim 2023–2024, silaturahmi antarsuporter akan dibatasi. Itu terjadi setelah PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengeluarkan surat bernomor 225/LIB-COR/VII/2023.

Surat tersebut sebenarnya ditujukan kepada PSM Makassar dan Bali United yang akan menjalani laga playoff kualifikasi Liga Champions Asia musim 2023–2024. Pertandingan yang digelar dengan sistem kandang-tandang itu tidak boleh dihadiri suporter tim tamu.

Tapi, dalam surat tersebut, PT LIB juga menyampaikan bahwa seluruh pertandingan sepak bola nasional tidak dapat dihadiri suporter klub tamu.

Larangan tersebut jelas memantik kekecewaan dari tokoh-tokoh suporter sepak bola. Hal itu dikatakan oleh Presiden Pasopati (suporter Persis Solo) Agoes Warsoep. Menurut dia, larangan kedatangan suporter tamu sangat konyol.

’’Di belahan dunia mana pun, mana ada suporter tamu dilarang datang dalam sepak bola?’’ katanya ketika dihubungi Jawa Pos, Sabtu (3/6).

Agoes menambahkan, jika larangan tersebut adalah solusi untuk menghentikan kerusuhan dalam sepak bola, itu juga sangat tidak masuk akal. Dia justru menyebut lebih baik Indonesia tanpa sepak bola jika pengurusnya masih berpikir ’’kerdil’’ seperti itu.

’’Justru seringnya suporter bertemu itu memupuk perdamaian. Yang tidak akur sekalipun, kalau sering bertemu, pasti akan jadi akur. Gimana mau damai, ketemu saja tidak bisa,’’ ucapnya.

Dari kelompok suporter PSM Makassar, Panglima Laskar Ayam Jantan Uki Nugraha juga kecewa. Menurut pria yang akrab disapa Daeng Uki tersebut, keputusan yang diambil PT LIB itu sepihak.

Tidak ada pemberitahuan. Mendadak. Apalagi, suporter PSM sudah siap bertandang ke Bali untuk mendukung timnya bertanding di ajang playoff.

’’Kami ini ke Bali bukan naik pesawat. Ada teman-teman yang naik kapal. Kasihan mereka sudah sampai di Bali dan ada juga yang masih di perjalanan lalu mendapat kabar itu. Kami sangat menyayangkan PT LIB mengeluarkan regulasi seperti itu,’’ keluh Daeng Uki.

Perwakilan Bonek Husin Ghozali ikut bersuara. Menurut dia, larangan tersebut justru tidak akan berdampak apa pun bagi sepak bola Indonesia. ’’Yang ada malah hubungan antarsuporter makin jauh,’’ paparnya.

Pria yang akrab disapa Cak Cong itu sangat heran dengan keputusan tersebut. Apalagi pascatragedi Kanjuruhan, banyak suporter yang sudah introspeksi. Sudah melupakan rivalitas yang membunuh.

’’Surabaya–Jakarta sudah adem. Begitu juga dengan adanya Mataram Islah. Jadi, cukup aneh dengan keputusan ini,’’ lanjutnya.

Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Ferry Paulus memahami kekecewaan para suporter. Ferry menerangkan, kebijakan itu merupakan kesepakatan bersama dengan semua pemilik klub.

’’Kebijakan itu kami sepakati untuk memuluskan perizinan dari pihak yang berwenang. Kami mempertimbangkan pelaksanaan Liga 1 musim 2023–2024 bersamaan dengan tahun politik,’’ ucap pengusaha asal Manado, Sulawesi Utara, itu.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore