
Ketua Panser Biru Wareng. (www.facebook.com)
JawaPos.com-Polemik seputar kepemilikan Nova Datu atas mayoritas saham PSIS Semarang kembali memanas. Polemik itu bahkan menyeret hubungan antar suporter.
Ketua Umum Panser Biru Wareng angkat bicara untuk menjelaskan kepada suporter Persela Lamongan bahwa PSIS sebenarnya sudah lama menjadi incaran banyak pengusaha besar. Hingga akhirnya dibeli Nova Datu, istri Fariz Julinar.
Penjelasan itu disampaikan Wareng melalui akun Instagram pribadi @kepareng_wareng. Dia menilai sebagian suporter Persela masih salah memahami situasi yang terjadi.
Wareng menyebut bahwa sebelum PSIS dipegang Nova Datu dan Fariz Julinar, klub tersebut sudah menjadi rebutan sejumlah pengusaha besar. Bahkan ketika kondisi tim berada di dasar klasemen grup timur Pegadaian Championship.
“Orang Lamongan masih tidak paham. Sebelum dipegang Mbak Datu, Mas Fariz, PSIS itu sudah dibuat rebutan. Tapi memang yang beruntung Mas Fariz dan YS legowo melepas kepadanya,” tulis Wareng.
Dia juga menyebut nama-nama lain seperti Pak Anto dan David Glenn dan beberapa pengusaha besar disebut tertarik memboyong Laskar Mahesa Jenar. Meski PSIS saat ini sedang terpuruk berstatus juru kunci grup timur Pegadaian Championship.
Wareng menyarankan agar ego suporter Lamongan diturunkan dan meminta pihak-pihak terkait menemui langsung Fariz Julinar dan Nova Datu sebelum situasi tim Laskar Joko Tingkir makin rumit.
Kekecewaan suporter Persela bermula dari keputusan Fariz Julinar memilih mundur dari jabatan CEO Persela Lamongan. Fariz memilih fokus membantu istrinya yang kini menjabat sebagai CEO PSIS setelah membeli saham mayoritas klub tersebut.
Mundurnya Fariz juga berdampak langsung pada Persela, termasuk penarikan aset seperti bus tim yang kini telah dibranding ulang menjadi bus milik PSIS.
Tak hanya itu, isu perpindahan pemain turut memperkeruh suasana. Dua pemain Persela, Wawan Febriyanto dan Oktivia Chinagio, telah resmi bergabung dengan PSIS.
Bahkan, beredar kabar beberapa pemain lain akan menyusul dalam waktu dekat. Kondisi ini membuat jagad media sosial ramai, dengan suporter Persela berdebat sengit, termasuk dengan Ketua Panser Biru Wareng.
Di sisi lain, situasi kepemilikan saham Persela juga disorot. Fariz Julinar disebut hanya memiliki saham minoritas, sementara saham mayoritas Persela dimiliki Bupati Lamongan Yohronur Efendi.
Namun anehnya, di tengah ancaman bedol desa, justru Fariz yang paling banyak disalahkan suporter Persela. Ketegangan ini memunculkan kekhawatiran konflik antar suporter jika tidak segera diredam.
Bahkan, sebagian suporter Persela mulai mengarahkan kemarahan kepada Ketua Panser Biru. Situasi ini menjadi ujian besar bagi semua pihak untuk menahan diri dan mencari solusi agar rivalitas tidak berubah menjadi konflik antar suporter.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
