
Marko Simic bisa jadi opsi menarik sebagai striker pelapis Persebaya Surabaya. (Persija Jakarta)
JawaPos.com—Eks bomber Persija Jakarta bernilai pasar sekitar Rp 800 juta Marko Simic, kembali muncul di Indonesia. Kehadirannya langsung memicu spekulasi transfer.
Kedatangan Simic bertepatan dengan bursa paruh musim membuat Persebaya Surabaya mempertimbangkan mempertebal kedalaman skuad dengan mendatangkannya karena dua striker yang tidak tampil apik.
Simic membagikan momen kebersamaannya dengan anak-anak Indonesia melalui unggahan media sosial. Dia terlihat mengikuti kegiatan coaching clinic yang kemudian di-repost pebisnis asal Bali Harry Nugroho.
"Thank you for coming broski @markosimic_77," kata dia.
Unggahan itu tampak biasa, namun waktunya membuat banyak pihak curiga. Dia datang ketika klub-klub Liga Indonesia sedang gencar berburu striker baru di jendela transfer paruh musim.
PSMS Medan dan Persebaya Surabaya disebut masuk dalam pusaran rumor setelah keduanya mengalami masalah ketajaman lini depan. Kondisi diperparah performa dua striker utama yang belum tampil sesuai harapan.
Striker PSMS Medan Felipe Cadenazzi, baru mencatat tiga gol dan satu assist sehingga belum memenuhi ekspektasi sebagai bomber asing. Produktivitas itu terlihat kurang meyakinkan bagi tim yang membutuhkan target man berbahaya di kotak penalti.
Situasinya tidak jauh berbeda di Persebaya Surabaya yang menggantungkan harapan pada Mihailo Perovic. Perovic baru menghasilkan dua gol dari 12 pertandingan sehingga efektivitasnya menjadi sorotan.
Diego Mauricio yang seharusnya bisa menjadi opsi lain juga tidak kunjung menonjol. Dia lebih sering diparkir di awal musim sehingga kontribusinya minim bagi Green Force.
Di tengah situasi kurang ideal tersebut, kehadiran Simic yang kini berstatus tanpa klub terasa seperti peluang emas. Status bebas transfer setelah 1 Juli 2025 membuatnya lebih mudah direkrut tanpa beban biaya besar.
Simic memiliki rekam jejak impresif selama membela Persija Jakarta dengan torehan 89 gol dari 165 pertandingan. Dia mencatat total 12.370 menit bermain dan menyumbang dua gelar penting untuk klub ibu kota.
Produktivitas itu membuat Simic tetap dipandang sebagai salah satu bomber paling berpengaruh dalam sejarah kompetisi modern Indonesia. Ketajamannya dianggap belum hilang meski kini berusia 37 tahun.
Simic juga memiliki fleksibilitas posisi karena mampu bermain sebagai penyerang tengah, sayap kiri, maupun sayap kanan. Kemampuan menggunakan kedua kaki membuatnya semakin menarik dipertimbangkan sebagai amunisi tambahan.
Harga pasarnya yang terakhir tercatat sekitar Rp 869 juta membuatnya masuk kategori terjangkau. Nilai itu relatif sesuai dengan pengalaman dan potensi dampaknya terhadap permainan tim.
Kondisi Simic yang masih menganggur disebut sebagai salah satu alasan klub-klub Super League melihatnya sebagai solusi jangka pendek. Dia tidak membutuhkan adaptasi panjang karena sudah mengenal kultur, atmosfer, dan karakter permainan sepak bola Indonesia.

Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
12 Rekomendasi Oleh-Oleh Tradisional dan Kekinian Khas Bandung, Wajib Masuk Daftar Belanja Wisatawan Saat Berkunjung ke Kota Kembang
10 Rekomendasi Oleh-oleh Khas Solo yang Selalu Ramai Dibeli Saat Musim Liburan, Mulai dari Tradisional hingga Makanan Kekinian!
