
Ernando Ari dapat pujian dari Paul Munster saat Persebaya Surabaya ditahan Bhayangkara FC. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com - Paul Munster tak ragu memberikan pujian tinggi untuk Ernando Ari yang tampil luar biasa di bawah mistar Persebaya Surabaya. Ia menilai performa sang kiper menjadi alasan utama mengapa sederet peluang Bhayangkara Presisi Lampung FC tak berujung gol meski mereka menekan tanpa henti di pekan ke-14 Super League 2025/2026.
Pelatih asal Irlandia Utara itu mengakui Ernando tampil gemilang sejak menit awal dan membuat serangan Bhayangkara mentah berkali-kali di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Jumat (28/11/2025).
“Ernando banyak ciptakan penyelamatan yang bagus,” kata Munster yang terlihat frustrasi namun tetap menghormati kualitas lawan.
Menurutnya, rentetan peluang Bhayangkara sudah cukup untuk memastikan kemenangan seandainya tidak berhadapan dengan kiper yang tampil penuh percaya diri tersebut.
Ia menyebut, “Kami menciptakan peluang 18 shoot pada pertandingan dengan 7-8 on target.” Menurutnya, performs ini seharusnya mampu memberi mereka lebih dari satu gol.
Intensitas serangan Bhayangkara sebenarnya sudah dibangun sejak babak pertama dengan aliran bola cepat dari kedua sisi. Namun, setiap tembakan mengarah ke gawang selalu jatuh ke tangan Ernando yang tampil tenang dan sigap pada momen yang menentukan. Munster mengaku pertandingan berjalan berat karena lini depannya berkali-kali digagalkan oleh aksi heroik sang penjaga gawang.
Ia mengungkapkan rasa frustrasinya secara jujur, “Kami sudah berusaha untuk menang pada laga ini, tapi ada kendala di tim ini terutama penyelesaian akhir.”
Kesialan Bhayangkara memuncak ketika mereka justru kebobolan lewat sebuah situasi yang tidak mereka inginkan. Dalam kemelut di depan gawang sendiri, bola hasil sapuan salah arah mengarah ke Aqil Savik dan masuk ke gawang Bhayangkara.
“Kami berusaha untuk menang, sampai kami akhirnya mencetak gol bunuh diri untuk Persebaya dengan proses Putu Gede salah menendang sehingga terkena Aqil dan bola masuk ke gawang sendiri,” ujar Munster menjelaskan momen yang membuat stadion sempat terdiam.
Gol itu menjadi pukulan berat karena terjadi saat Bhayangkara sedang menguasai permainan. Para pemain terlihat terpukul, tetapi Munster terus memberi instruksi agar mereka tetap menekan tanpa kehilangan fokus.
Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada masa tambahan waktu ketika Dendi Sulistyawan sukses menyamakan skor.
Munster lega melihat mental pemainnya tetap terjaga hingga akhir, “Kami berusaha terus sampai Dendi mencetak gol penyeimbang.”
Ia menegaskan permainan agresif tak berhenti setelah gol penyama tercipta dan Bhayangkara bahkan mencoba membalikkan keadaan.
“Kemudian kami terus mencoba agar skor berubah menjadi 2-1 tapi kurang beruntung bagi tim ini karena skor bertahan 1-1 sampai peluit akhir,” ujarnya.
Meski demikian, Munster tidak menutupi rasa kecewanya karena hasil yang didapat tidak sebanding dengan usaha tim. Ia menekankan persoalan penyelesaian akhir akan menjadi fokus pembenahan agar dominasi permainan tidak kembali terbuang sia-sia.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
