
Pemain Deltras FC Rian Lopes (tengah) gagal mencetak gol buat timnya.
JawaPos.com – Pelatih Deltras FC Sidoarjo Widodo Cahyono Putro melakukan evaluasi usai kekalahan timnya oleh Barito Putera (16/11). Bermain di Stadion Demang Lehman, Banjarbaru, Deltras kalah 0-1 oleh tuan rumah.
Kekalahan di tangan Barito ini menjadi rekor kalah keempat Deltras musim ini. Dan bagi Barito, musim ini mereka menjadi tim yang sukses dua kali memberikan kekalahan buat Deltras.
Setelah pertandingan lawan Barito, pelatih Deltras Widodo memberikan evaluasi untuk performa timnya. Salah satunya adalah kekurangan siapan pemain dalam mengantisipasi perubahan gaya main Barito.
Di babak pertama, Bima Ragil dkk memang bisa menahan imbang 0-0 Barito. Di 10 menit akhir pertandingan, Barito sukses menjebol gawang Deltras lewat bek tengah mereka Renan Silva.
“Di bawah kedua, saya bicara kepada pemain. Pasti ada perubahan (strategi) dari Barito (di babak kedua) karena saya lihat Renan (Alves) naik ke atas (penyerangan, Red),” beber Widodo. “Jadi kita sudah instruksikan kepada pemain (buat antisipasi). Dan kebetulan Renan bisa menciptakan gol, ini adalah pelajaran buat kita,” lanjut eks pelatih Bali United tersebut.
Satu gol Renan ke gawang Deltras membuat bek asal Brasil itu jadi top skor Barito. Pemain 32 tahun itu kini mengoleksi enam gol.
“Ada perubahan strategi Barito dari babak pertama ke babak kedua. Barito menggunakan direct play ke Renan. Di mana akhirnya sering ada bola scrimmage di depan gawang kami,” terang Widodo.
Kekalahan di kandang Barito ini membuat Deltras gagal melepas periode negatif sejak pekan delapan. Dalam empat laga terakhir, The Lobsters imbang dua kali dan kalah dua kali.
“Saya berharap pemain tidak frustrasi dan tidak putus asa. Dengan kekalahan ini kita masih ada match-match berikutnya. Semoga kami bisa bangkit di pertandingan-pertandingan berikutnya.
Terima kasih kepada pemain yang sudah kerja keras,” beber Widodo.
Sementara itu, kiper Deltras Panggih Prio Sembodho berkata timnya agak hilang fokus karena adanya gol Renan di akhir laga. Dan itu menjadi pelajaran mahal bagi timnya.
“Menurut saya pertandingan cukup menarik. Kita hanya kecolongan satu aja. Dan mungkin itu menurut saya, pemain tidak siap. Tapi itu akan kita perbaiki untuk pertandingan selanjutnya,” tutur Panggih.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
