
Pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert memberikan arahan kepada pemain saat menghadapi Chinase Taipei dalam International Friendly Match di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, kemarin (5/9). (Riana Setiawan/ Jawa Pos)
JawaPos.com — Langkah Indonesia menuju Piala Dunia 2026 kembali menghadirkan babak baru. Setelah era Shin Tae-yong yang sukses mengantar Garuda terbang tinggi di ronde tiga, kini Patrick Kluivert membawa semangat baru dengan komposisi pemain yang berbeda saat menghadapi Arab Saudi di ronde empat.
Duel melawan Arab Saudi selalu jadi tolok ukur seberapa matang transformasi skuad Merah Putih.
Dua pelatih dengan gaya khas berbeda kini sama-sama menyiapkan racikan terbaik untuk membawa Indonesia semakin dekat ke mimpi tampil di panggung dunia.
Di bawah komando Shin Tae-yong, Indonesia tampil efisien dan solid saat terakhir kali menaklukkan Arab Saudi 2-0 pada 19 November 2024. Permainan disiplin dan transisi cepat menjadi kunci kemenangan bersejarah tersebut.
Sementara di era Kluivert, Indonesia tampil lebih eksperimental.
Mantan legenda Belanda itu menurunkan sejumlah nama baru dan mencoba variasi taktik yang lebih menyerang saat melakoni laga pembuka grup B ronde empat di Jeddah, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB.
Perbandingan paling mencolok terlihat dari pilihan pemain di lini belakang. Shin Tae-yong mempercayakan bentengnya pada kombinasi solid Jay Idzes, Justin Hubner, Rizky Ridho, Sandy Walsh, dan Calvin Verdonk.
Sementara Kluivert membuat kejutan dengan menurunkan Kevin Diks dan Dean James bersama Jay Idzes, ditopang dua sayap aktif Yakob Sayuri dan Miliano Jonathans.
Keputusan ini menjadi langkah berani mengingat trio belakang tersebut baru pertama kali dimainkan bersamaan.
Secara komposisi, Shin lebih mengandalkan keseimbangan antara kekuatan bertahan dan efektivitas serangan balik.
Sedangkan Kluivert tampak ingin mengedepankan fleksibilitas posisi dan intensitas tekanan di area lawan.
Kiper menjadi satu-satunya posisi yang tak berubah di kedua era. Maarten Paes tetap dipercaya menjaga gawang Garuda, terlebih setelah Emil Audero absen karena cedera bahu ringan.
Paes membawa kenangan manis dari dua pertemuan sebelumnya melawan Arab Saudi di ronde tiga. Ia mencatat satu kemenangan, satu hasil imbang, dan satu clean sheet yang memperkuat statusnya sebagai tembok utama Indonesia.
Namun, peran lini tengah menjadi pembeda utama antara dua pelatih ini. Shin Tae-yong menurunkan trio Thom Haye, Ivar Jenner, dan Marselino Ferdinan yang berkarakter dinamis, kreatif, dan agresif dalam menekan.
Kluivert justru memilih kombinasi yang lebih eksperimental dengan Marc Klok, Joey Pelupessy, dan dua gelandang serang Ricky Kambuaya serta Beckham Putra.

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
