
Mantan pemain Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono, di acara coaching clinic pelajar SMP bersama Nagoya Grampus di GBK, Jumat (26/9). (FOTO: Rauf Adipati/ANTARA)
JawaPos.com - Eks Timnas Indonesia U-19 Evan Dimas hingga kini masih diharapkan oleh sejumlah pecinta sepak bola Indonesia untuk kembali berkiprah di pertandingan kompetitif. Para netizen bahkan banyak yang menyayangkan keputusannya untuk hiatus dari sepak bola profesional.
Menanggapi hal itu, Evan Dimas menilai apa yang dikritisi oleh para netizen adalah hal yang wajar dan dianggapnya sebagai sebuah motivasi.
“Kalau saya wajar saja ya, banyak orang berpendapat, itu bebas. Ya saya senang aja, lihat komentar, ada komentar seperti ini, seperti itu, bagi saya motivasi, Mas, ya,” ungkapnya seperti dikutip dari ANTARA.
Evan merupakan salah satu pemain yang membawa timnas Indonesia U-19 menjuarai Piala AFF U-19 pada 2013. Saat itu, ia dan rekan-rekan seangkatannya di skuad Garuda Muda dianggap sebagai generasi emas sepak bola Indonesia.
Namun, bagi Evan, generasi emas tidak melulu harus menjadi yang terbaik di bidang sepak bola, melainkan bisa di bidang lain.
“Menurut saya generasi emas bukan tentang bermain bola saja, generasi emas adalah ketika kita bisa bermanfaat buat orang lain,” imbuhnya.
Kini, saat hiatus sebagai pemain, berbekal lisensi C kepelatihan, ia sedang fokus untuk melatih pemain-pemain muda di Sanggar Saraswati di Tulungagung. Ia juga tengah mengupayakan untuk bisa mengambil lisensi B.
“Intinya saya sekarang ingin belajar dulu (jadi pelatih), karena itu sangat penting. Jadi jangan sampai saya ini melatih ataupun mendidik generasi-generasi, usia 9 tahun sampai 13, dengan asal-asalan,” tegas mantan pemain Persik Kediri itu.
Selain melatih di Sanggar Saraswati, jebolan akademi Persebaya itu juga tidak menampik bahwa ia beberapa kali mengikuti pertandingan-pertandingan antarkampung (tarkam).
“Ya sebenarnya itu (sepak bola tarkam) kegiatan yang bermanfaat. Waktu itu kan memang dikontak, Evan mau kegiatan ini, menurut saya nggak apa-apa kalau kegiatan manfaat, kegiatan menghibur masyarakat, saya nggak masalah,” tutur Evan.
Ia juga masih belum ingin terburu-buru untuk kembali bermain di kancah persepakbolaan profesional seperti tampil di liga resmi, karena itu membutuhkan pemikiran yang panjang.
“Ya, kalau itu masih perlu perenungan panjang,” pungkasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
