
Pesepak bola Persebaya Surabaya Bruno Moreira Soares di kawal oleh para pemain Persita Tangerang pada pertandingan Super League pekan kedua di Stadion Indomilk Arena, Tangerang, Banten, Sabtu (16/8/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com — Raja baru siap terlahir dalam pertemuan panas Persebaya Surabaya melawan Semen Padang FC di pekan ke-6 Super League 2025/2026. Sosok yang paling berpotensi mencatat sejarah itu adalah Bruno Moreira, bomber asing Green Force yang kembali dipercaya menjadi ujung tombak.
Pertandingan akan digelar di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (19/9/2025) pukul 19.00 WIB. Laga ini diyakini bakal berlangsung ketat karena sejarah pertemuan kedua tim kerap diwarnai hasil imbang.
Tercatat, dari sembilan pertemuan di semua kompetisi, Persebaya Surabaya baru menang dua kali sementara Semen Padang tiga kali. Empat laga lainnya berakhir tanpa pemenang, menandakan duel ini selalu sulit diprediksi.
Bahkan dalam empat pertandingan terakhir, skor imbang menjadi hasil yang paling sering muncul. Itu sebabnya, laga ke-10 nanti bisa menjadi panggung lahirnya sosok raja baru yang mampu memecah kebuntuan.
Saat ini Persebaya Surabaya berada di posisi kedelapan klasemen sementara dengan enam poin. Tim asuhan Eduardo Perez meraih dua kemenangan dan dua kekalahan dari empat laga yang sudah dijalani.
Pada pekan sebelumnya, Green Force harus menelan kekalahan tipis 0-1 dari Persib Bandung. Kekalahan itu membuat Persebaya Surabaya bertekad bangkit di depan pendukungnya sendiri.
“Kita punya waktu satu minggu untuk pertandingan selanjutnya dan kami akan melakukan yang terbaik,” tegas Eduardo Perez seusai laga melawan Persib. Tekad itu akan diuji saat menjamu Kabau Sirah yang dikenal kerap menyulitkan.
Sementara itu, Semen Padang masih berjuang menemukan konsistensi di awal musim. Saat ini mereka berada di posisi ke-14 dengan raihan empat poin dari empat laga.
Kabau Sirah baru sekali menang, sekali imbang, dan sudah menelan dua kekalahan. Pekan lalu mereka tumbang di tangan PSBS Biak dengan skor 1-2.
Pelatih Eduardo Almeida menilai kekalahan itu menjadi pelajaran berharga. Ia berjanji akan menyiapkan tim lebih baik saat menghadapi Persebaya Surabaya di Surabaya.
“Sepak bola adalah tentang hasil, dan kami akan belajar dari kekalahan ini untuk kemudian bangkit di laga berikutnya,” ujar Almeida. Semangat itu akan menjadi modal penting bagi Semen Padang untuk mencuri poin.
Bicara soal pencetak gol di duel klasik ini, hanya sedikit nama yang berhasil menorehkan gol. Dari kubu Persebaya Surabaya ada Diogo Campos dan Bruno Moreira yang sama-sama mencatat satu gol.
Sedangkan Semen Padang punya Vanderlei dan Cornelius Stewart dengan torehan serupa. Artinya, hanya Bruno Moreira dan Stewart yang masih tersisa dan siap kembali menambah koleksi golnya.
Situasi ini membuka peluang lahirnya raja baru pencetak gol terbanyak di duel Persebaya Surabaya kontra Semen Padang. Persaingan antara Bruno Moreira dan Cornelius Stewart akan sangat menentukan jalannya pertandingan.
Bruno Moreira sedang dalam motivasi tinggi setelah menjadi tumpuan serangan Persebaya Surabaya. Dukungan penuh Bonek di Gelora Bung Tomo bisa menambah semangat sang striker untuk mencetak gol.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
