Ze Valente menunjukkan magisnya bersama PSIM Yogyakarta di Super League 2025/2026. (Media PSIM)
JawaPos.com — Eks kapten Persebaya Surabaya, Ze Valente, menjelma menjadi sosok sentral dalam kebangkitan PSIM Yogyakarta di awal musim Super League 2025/2026. Gelandang asal Portugal itu tampil sebagai motor penggerak permainan sekaligus pemimpin yang sukses mengorkestrasi lini tengah Laskar Mataram.
PSIM Yogyakarta, yang berstatus tim promosi, membuat kejutan dengan catatan belum terkalahkan hingga pekan ketiga.
Mereka meraih satu kemenangan dan dua hasil imbang, termasuk menahan juara bertahan Persib Bandung dengan skor 1-1 di Stadion Sultan Agung, Bantul.
Hasil ini menempatkan PSIM di posisi keenam klasemen sementara, sebuah pencapaian luar biasa bagi klub yang baru naik kasta.
Konsistensi permainan dan mental baja menjadi bukti PSIM tidak sekadar menjadi tim pelengkap kompetisi.
Di balik tren positif itu, peran Ze Valente begitu krusial. Ia bukan hanya berfungsi sebagai pengatur tempo permainan, tetapi juga mampu mencetak gol dan memberi assist yang menentukan.
Pada laga pekan ketiga melawan Persib Bandung, Ze Valente mencetak gol penalti penting. Gol itu menjadi momentum besar yang menunjukkan kapasitasnya sebagai pemain berpengaruh di momen-momen krusial.
Sebelumnya, dalam duel sengit melawan Arema FC, kontribusinya di lini tengah memastikan PSIM pulang dengan hasil imbang 1-1. Stabilitas permainan yang ia hadirkan membuat PSIM mampu bersaing melawan tim-tim besar.
Bagi Ze Valente, kembalinya ke Yogyakarta memberi arti emosional tersendiri. Ia pernah memperkuat PSS Sleman, sehingga atmosfer kota ini tidak asing baginya.
"Ini adalah kota pertama saya tinggal di Indonesia dan saya sangat senang bisa kembali," ujarnya dikutip dari I.League, Rabu (27/8/2025).
Ucapan itu menunjukkan bagaimana kedekatannya dengan Yogyakarta semakin memacu motivasi untuk memberi yang terbaik bagi PSIM.
Tak hanya Ze Valente, sejumlah pemain asing seperti Yusaku Yamadera, Franco Ramos, dan Ezequiel Vidal juga memberi kontribusi signifikan.
Mereka berpadu dengan pemain lokal berpengalaman seperti Reva Adi Utama dan Ghulam Fatkur yang rutin mendapat menit bermain.
Kombinasi itu menjadikan PSIM sebagai tim dengan keseimbangan solid antara teknik dan pengalaman. Kehadiran para pemain ini memperkaya kualitas permainan Laskar Mataram di setiap lini.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
