
Bali United digunduli Persebaya Surabaya 5-2, Sabtu (23/8/2025). (Media Bali United)
JawaPos.com — Johnny Jansen benar-benar dibuat pusing bukan kepalang usai Bali United dipermalukan Persebaya Surabaya dengan skor telak 2-5 pada pekan ketiga Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Sabtu (23/8/2025) malam, Serdadu Tridatu gagal memanfaatkan peluang dan justru dihukum oleh efektivitas tuan rumah.
Pelatih asal Belanda itu mengakui hasil ini tidak lepas dari kesalahan mendasar yang dilakukan timnya. Persebaya Surabaya dinilainya mampu mengubah setiap kesalahan menjadi gol yang berbuah petaka bagi Bali United.
“Kami menggunakan formasi itu karena hari ini kami menghadapi tim yang lebih baik. Lini depan kami mencoba menekan mereka, tapi kami membuat kesalahan, dan mereka berhasil menyelesaikannya menjadi gol,” ujar Jansen dikutip dari I.League, Minggu (24/8/2025).
“Jadi, mereka melakukannya dengan sangat baik,” tambahnya.
Ia menilai Persebaya Surabaya era Eduardo Perez tampil lebih tajam dibanding dua lawan sebelumnya yang sudah dihadapi Bali United. Jika di laga awal Serdadu Tridatu terlihat solid, kali ini semua kelemahan justru terbongkar habis.
“Boleh saya katakan, saya rasa kami bermain cukup baik di dua pertandingan terakhir, tapi hari ini bukan performa terbaik kami. Jadi, selamat untuk Persebaya,” tambahnya.
Rapuhnya lini pertahanan kembali menjadi sorotan tajam dari Jansen. Dalam tiga pertandingan awal musim ini, Bali United sama sekali belum mampu meraih clean sheet.
“Kami terlalu sering kehilangan bola saat sedang menguasainya. Dan ketika itu terjadi, kami terkena serangan balik,” jelasnya.
Kehilangan bola di area berbahaya menurutnya menjadi penyebab utama bobroknya pertahanan Bali United. Situasi ini terus berulang dan menjadi catatan serius yang harus segera diperbaiki.
“Kami kehilangan bola di area yang seharusnya tidak boleh kehilangan bola. Itu yang harus kami perbaiki,” tegas pelatih 50 tahun itu.
Meski kecewa dengan hasil buruk ini, Jansen mencoba mengambil sisi positif. Baginya, tim masih dalam proses adaptasi dengan gaya bermain baru yang butuh waktu untuk menemukan konsistensi.
Sementara itu, striker andalan Bali United, Boris Kopitovic juga tak bisa menutupi kekecewaan. Ia menilai Persebaya Surabaya tampil lebih rapi dalam menjalankan strategi ketimbang timnya.
“Dua kali kami sempat menyamakan kedudukan, tapi itu tidak cukup. Persebaya malam ini adalah tim yang lebih baik, dan saya pikir mereka memang pantas menang,” tutur Kopitovic.
Kekalahan ini membuat Bali United belum bisa keluar dari tren inkonsistensi di awal musim. Dari tiga pertandingan, Serdadu Tridatu hanya meraih satu kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan.
Produktivitas lini depan sebenarnya tidak buruk, terbukti dengan mampu mencetak empat gol dari tiga laga. Namun, lemahnya koordinasi lini belakang membuat lawan terlalu mudah menjebol gawang Bali United.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
