Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Agustus 2025 | 19.34 WIB

Gelora Bandung Lautan Api Sepi Penonton, Manajemen Persib Lakukan Perubahan Sistem Tiket Pertandingan

Persib Bandung vs Manila Digger FC Kenji Nishioka pada babak play-off AFC Champions League (ACL) Two 2025/2026 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Rabu (13/8/2025). (Taofik Achmad Hidayat/ Radar Bandung)

 

JawaPos.com - Memasuki awal kompetisi Super League 2025/2026, Persib Bandung mendapat topik perbincangan mengenai sistem tiket pertandingan. 

Minimnya jumlah penonton yang hadir saat Maung Bandung bermain di Gelora Bandung Lautan Api menjadi pertanyaan banyak pihak.

Pada laga pembuka Super League saat menghadapi Semen Padang, penonton yang datang ke Gelora Bandung Lautan Api hanya sekitar 14 ribu. Bahkan, di laga Kualifikasi Asia Champions League Two melawan Manilla Digger, GBLA hanya terisi kurang dari enam ribu penonton. 

Disinyalir sistem tiket pertandingan menjadi salah satu faktor yang  membuat para penonton Persib enggan untuk datang ke stadion. 

Sistem Tiket Pertandingan Persib

Penonton yang telah membeli tiket secara online diarahkan untuk menukarkan tiket online tersebut menjadi tiket berbentuk fisik atau gelang. 

Para penonton perlu datang ke lokasi yang telah ditentukan untuk menukarkan tiket online mereka.

Adanya sistem penukaran ini dinilai rumit dan merepotkan para calon penonton. 

Transformasi Tiket Pertandingan 

Manajemen Persib Bandung melakukan transformasi terhadap sistem tiket pertandingan

Deputi CEO Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, menjelaskan bahwa manajemen akan melakukan perubahan pada proses tiketing pertandingan.

"Musim ini kami mencoba tanpa adanya penukaran tiket. Pada laga melawan Borneo, tribun barat akan dicoba untuk tidak adanya penukaran tiket," ujar Adhitia.

Adhitia juga menjelaskan akan ada trial and error untuk mencegah terjadinya berbagai masalah ke depan. 

"Tribun Barat dari segi kursi paling sedikit dibanding tribun lainnya. Kalau ada apa-apa kita bisa mudah mitigasinya. Pada dasarnya penukaran tiket adalah masalah keamanan" jelas Adhitia. 

Faktor keamanan memang menjadi faktor dibuatnya sistem penukaran tiket di lokasi yang cukup jauh dengan GBLA.

Adhitia juga menjelaskan bahwa manajemen memikirkan resiko apabila ada pihak yang tidak memiliki tiket justru membuat kerusuhan di area pertandingan GBLA.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore