
Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto. (Instagram Nova Arianto)
JawaPos.com - Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto buka-bukaan perihal pemanggilan pemain untuk Piala Kemerdekaan 2025. Dia membeberkan alasan di balik minimnya pemain diaspora yang dipanggil untuk masuk dalam komposisi skuad.
Timnas Indonesia U-17 akan berlaga di turnamen kecil-kecilan sebagai persiapan menuju Piala Dunia U-17 2025. Yakni Piala Kemerdekaan 2025, yang bergulir di Stadion Utama Sumatera Utara, mulai 12 Agustus 2025.
Pasukan Garuda Muda dalam turnamen ini akan bersua dengan tiga tim negara lain. Dua di antaranya adalah Asia, yakni Uzbekistan U-17 dan Tajikistan U-17. Sementara satu negara lainya adalah Mali U-17.
Deretan tim calon lawan Timnas Indonesia U-17 ini mengalami perubahan. Rencana awal, PSSI sebagai penyelenggara menyiapkan Afrika Selatan U-17 dan satu negara Amerika Selatan untuk jadi lawan, selain Tajikistan U-17. Tapi pada akhirnya berubah karena satu dan lain hal.
Meski sebatas turnamen non resmi, Timnas Indonesia U-17 dipersiapkan untuk turnamen ini dengan sungguh-sungguh. Pelatih Nova Arianto telah memanggil para pemainnya untuk menjalani pemusatan latihan (TC) di Bali sejak awal Juli lalu.
“Terima kasih Bali United dan PSSI yang sudah memberikan fasilitas yang sangat baik dalam proses persiapan awal kami menuju Piala Dunia U-17,” ujar Nova Arianto di Instagram pribadinya, Jumat (8/8).
“Pada hari ini kami bergeser ke Medan untuk menjalani pertandingan Friendly Match Internasional, dan pastinya pemain akan bisa mendapatkan pengalaman yang sangat baik di turnamen kali ini sebelum mereka masuk di even sesungguhnya,” tambahnya.
Legenda Persib Bandung itu kemudian memberikan penjelasan terkait pemanggilan pemain. Terutama terkait tak semua pemain diaspora yang dibawa untuk Piala Kemerdekaan 2025.
Diketahui Nova sebelumnya memanggil sembilan pemain keturunan yang bermain di klub-klub akademi di Belanda, Italia, Norwegia, hingga Australia saat TC di Bali pada 7 Juli 2025 lalu.
Mereka adalah Floris de Pagter (SC Telstar Belanda), Noha Pohan (NAC Breda U-15), Jona Giesselink (FC Emmen), Azadin Ayoub (Elverum FC Norwegia), Indra Mjosund (Rosenborg BK Norwegia), Denzell Hoop (SC Telstar), Feike Muller (Willem II Tilburg U-17), Lionel De Troy (U.S. Citta Italia), Eizar Jacob Tanjung (Sydney FC U-16), Aaron Liam Suitela (Bullen Lions FC).
Namun, dari sembilan nama yang ikut TC, hanya ada tiga yang ikut ke Piala Kemerdekaan 2025. Selain itu Nova juga menambah satu pilar lain yakni Matthew Baker.
Artinya Nova Arianto total membawa empat pemain diaspora untuk ikut Piala Kemerdekaan 2025. Mereka adalah Matthew Baker, Elzar Jacob, Noha Pohan, dan Aaron Liam Suitela.
“Termasuk pemain Diaspora pastinya kami harus sangat berhati hati karena sebagian dari mereka punya potensi yang sangat luar biasa," Terang Nova.
"Tetapi memang kami tidak bisa membawa mereka semua karena ada beberapa hal yang membuat mereka tidak dibawa di Piala Kemerdekaan,” tambahnya.
Eks tangan kanan pelatih Shin Tae-yong di Timnas Indonesia senior ini mengatakan bahwa ada tiga alasan ia tak bisa membawa semua pemain diaspora tampil di turnamen Piala Kemerdekaan 2025. Ia menyenut, ada beberapa masalah seperti paspor, hingga tidak diizinkan oleh klub.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
