Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 26 Juli 2025 | 16.44 WIB

Perjudian Gerald Vanenburg: Pasang Dony Tri Pamungkas Posisi No. 10 hingga Paksa Ferarri Jadi Striker, Timnas Indonesia Lolos ke Final Piala AFF U-23

Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg saat pertandingan melawan Timnas U23 Brunei Darussalam dalam pertandingan penyisihan Grup A Piala AFF U-23 2025 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Selasa (15/7/2025). (Dery Ridwans

JawaPos.com-Keberhasilan Timnas Indonesia menyingkirkan Thailand pada babak semifinal Piala AFF U-23 2025 tidak hanya sukses memaksimalkan adu penalti, melainkan ada pendekatan strategi ekstrim yang dilakukan oleh pelatih Garuda Muda, Gerald Vanenburg.

Vanenburg memerintahkan Ferarri untuk menjadi duet Jens Raven di lini depan. Scheunemann yang biasanya bermain sebagai bek tengah, lantas diplot menjadi gelandang bertahan, memerankan penghubung antar lini. Sedangkan, Buffon tetap ditempatkan di pos bek sayap kanan.

Tentunya, sorotan langsung tertuju pada Ferarri yang menemani Raven sebagai penyerang. Seperti diketahui, Ferarri merupakan seorang bek tengah murni dan ditempatkannya di lini depan sontak menjadi bahan perbincangan.

Namun, Vanenburg memiliki pandangan lain. Dia melakukan pendekatan tersebut lantaran ingin menciptakan keunggulan fisik di kotak penalti Thailand. Dan Ferarri memang dikenal cukup tangguh dalam duel bola-bola atas.

Dengan situasi tertinggal dan masuknya pemain-pemain jangkung, pelatih asal Belanda merubah pendekatan permainan dengan perbanyak umpan silang untuk memanfaatkan keunggulan bola atas yang dimiliki oleh Raven maupun Ferarri.

Selain itu, Vanenburg ingin para pemainnya memanfaatkan skema bola mati khususnya sepak pojok. Kombinasi Ferarri, Kadek Arel, Kakang Rudianto, dan Scheunemann menciptakan empat pemain bertinggi badan di atas rata-rata di kotak penalti lawan.

Hal ini memaksa Thailand melakukan penyesuaian yang justru membuka ruang untuk pemain lain seperti Jens Raven.

Perjudian Membuahkan Hasil

Keyakinan Vanenburg atas pendekatan ekstrim yang ia rancang akhirnya terbukti jitu di menit 84. Dalam situasi sepak pojok, Rayhan Hannan mengirim umpan lambung ke arah Jens Raven yang melakukan pergerakan dari lini kedua.

Raven tanpa kesulitan mengeksekusi sundulan keras yang tak mampu dihentikan kiper Thailand. Skor berubah 1–1, dan momentum pun berbalik.

Strategi 'Bunglon' Sejak Menit Pertama

Sebelumnya, Vanenburg sejak menit pertama pertandingan melakukan sejumlah pemilihan pemain cukup berani. tidak ragu memainkan Dominikus Dion sebagai starter meski jarang jadi pilihan utama. Ia percaya pada rotasi dan adaptasi. 

Frengky Missa bermain di posisi wingback kiri , bahkan Doni Tri Pamungkas diubah bermain di lini depan yang kemudian ditarik lagi ke belakang.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore