Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 25 Juli 2025 | 20.26 WIB

Sesuai Arahan Gubernur Sultan HB X, PSIM Yogyakarta Perjuangkan Stadion Maguwoharjo Jadi Markas di Super League 2025/2026

Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jogjakarta. (Alvin Fahrizal Bayyuni/JawaPos.com)

 

JawaPos.com - Upaya keras terus dilakukan manajemen PSIM Yogyakarta agar dapat menggunakan Stadion Maguwoharjo untuk Super League 2025/2026. Langkah ini ditempuh sesuai dengan rekomendasi dan arahan dari Gubernur Hamengku Buwono X.

Markas PSIM untuk mengarungi kompetisi musim depan masih tanda tanya. Sebab, markas utamanya, Stadion Mandala Krida, tak bisa jadi kandang di kompetisi kasta teratas karena masih bermasalah hukum dan belum bisa digunakan.

"Kami diarahkan menggunakan Maguwoharjo International Stadium (MagIS) oleh Ngarsa Dalem. Itu titah beliau," ujar Wendy Umar, Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) PSIM, dipetik dari Radar Jogja, Jumat (25/7).

Wendy memaparkan, PSIM sejauh ini sudah melakukan berbagai langkah koordinasi. Termasuk sejak 23 Juni 2025, di mana manajemen Laskar Mataram sudah menjalin komunikasi resmi dengan Bupati Sleman Harda Kiswaya untuk membahas perizinan dan dokumen pendukung.

"Dari sana, arahan bupati kami jalankan. Mulai dari perizinan hingga dokumen apa saja yang perlu disiapkan," ucapnya.

Tidak hanya koordinasi dengan pemerintah, manajemen dan Panpel PSIM juga telah melakukan konsolidasi internal bersama suporter Laskar Mataram, yakni Brajamusti dan The Maident. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk keseriusan menjaga keamanan dan ketertiban. 

Diakui Wendy, sudah ada penandatanganan komitmen bersama yang dilakukan oleh perwakilan kedua kelompok suporter, manajemen, dan Panpel. "Selain itu, manajemen dan panpel juga ikut menandatangani komitmen itu," katanya.

Tak cuma itu, PSIM juga sempat mengadakan silaturahmi dengan warga sekitar Maguwoharjo, yang disambut baik oleh masyarakat pada 8 Juli 2025. Hasil pertemuan tersebut juga telah dilaporkan ke Bupati Sleman melalui kepala BKAD Sleman.

Saat ini, kata Wendy, prosesnya sedang dalam pengurusan izin venue dan asesmen. Rencananya akan dilakukan asesmen awal penggunaan Stadion Maguwoharjo dijadwalkan 21 Juli. Tapi, karena ada kendala administratif, jadwal asesmen terpaksa diajukan ulang.

"Menurut surat resmi dari PT LIB, batas waktu pelaksanaan asesmen paling lambat adalah 31 Juli 2025," ungkap Wendy.

Panpel PSIM pun saat ini masih fokus penggunaan Stadion Maguwoharjo sebagai kandang terlebih dahulu. Belum ada pembahasan mengenai rencana kehadiran suporter Laskar Mataram.

"Kami fokus di izin pemakaian venue dulu. Baru nanti ada keterangan boleh penonton atau tidak, apakah terbatas atau full," ungkap dia.

Tapi, secara prinsip, Wendy menjelaskan Stadion Maguwoharjo berpeluang digunakan oleh lebih dari satu tim jika izin diberikan. Apalagi, PSS Sleman sebagai pemilik utama dan kemungkinan PSBS Biak yang juga mengajukan diri berkandang di stadion tersebut.

"Kami hadir sebagai tamu. Kalau digunakan lebih dari dua tim, lapangannya tentu akan sangat lelah (rusak). Untuk maintenance tetap ranahnya UPTD pengelola stadion," terang Wendy.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore