
Benny van Breukelen saat masih bertugas di Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Perpisahan tak selalu menyisakan kecewa. Hal itu terlihat dari sikap elegan Benny van Breukelen usai posisinya sebagai pelatih kiper Persebaya Surabaya digantikan oleh Felipe Americo.
Meski sempat terkejut dengan keputusan manajemen, Benny tak menunjukkan rasa sakit hati sedikit pun. Pria berdarah Belanda itu justru memberikan dukungan dan doa tulus untuk penerusnya.
"Semoga pelatih baru bisa memberikan prestasi yang lebih baik kepada kiper yang ada," kata Benny saat dihubungi Jawa Pos.
Ia percaya, Americo yang berasal dari Brasil memiliki kualitas untuk membawa kiper Persebaya Surabaya berkembang lebih jauh.
Keyakinan itu ia sampaikan tak hanya kepada media, tetapi juga langsung kepada anak asuhnya. Lewat sambungan telepon, Benny memberi wejangan khusus kepada Andhika Ramadhani.
Dia mengatakan kehadiran pelatih baru bisa jadi pemantik semangat baru. “Saya bilang ke Andhika. Adanya pelatih baru akan membuat dia makin berkembang,” ujar Benny.
Pelatih kelahiran 4 Mei 1963 itu memang dikenal sebagai sosok yang tenang dan profesional. Ia menerima keputusan Persebaya Surabaya dengan lapang dada, meski pengumuman kontraknya tidak diperpanjang datang secara mendadak.
"Waktu acara makan-makan saat pembubaran tim (24/5/2025), saya bahkan sempat tanya. Kapan ya tim ini kumpul dan latihan lagi? Tapi ya akhirnya seperti ini," ujarnya.
Bahkan saat acara makan bersama dalam pembubaran tim 24 Mei lalu, Benny masih sempat bertanya kapan tim akan kembali berlatih.
Kala itu, ia sama sekali tidak merasa ada pertanda masa baktinya akan berakhir. Foto formal yang diambilnya di mess tim pun sejatinya untuk keperluan visa ke Australia, bukan untuk kenangan terakhir bersama Persebaya Surabaya.
"Foto itu sebenarnya saya ambil untuk mengurus visa ke Australia," kata Benny. Kini, rencana itu seakan ikut terkubur bersama berakhirnya kebersamaannya dengan Green Force.
Yang membuatnya sedikit berat adalah karena belum sempat berpamitan secara langsung dengan Ernando Ari dan Andhika.
“Mereka tahunya saya akan bertahan musim depan. Tapi setelah ada pengumuman, Andhika langsung kontak saya. Ucap terima kasih dan perpisahan,” jelasnya.
Namun tak butuh waktu lama hingga Andhika mengetahui kabar tersebut. Kiper muda itu langsung menghubungi Benny dan menyampaikan terima kasih serta salam perpisahan.
Meski singkat, komunikasi itu sangat berarti bagi Benny. Baginya, hubungan pelatih dan pemain bukan sekadar profesional, tapi juga emosional.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
