Pelatih Persebaya Surabaya Eduardo Perez saat menaiki barracuda kala masih jadi asisten pelatih Persija Jakarta. (Manugalera)
JawaPos.com — Menjadi pelatih sepak bola di Indonesia bukan hanya soal taktik dan strategi di lapangan, tapi juga soal nyali. Eduardo Perez, pelatih kepala Persebaya Surabaya, pernah mengalami langsung panasnya atmosfer sepak bola Indonesia hingga harus diantar ke stadion menggunakan kendaraan taktis Barracuda.
Pelatih asal Spanyol itu menyebut momen naik Barracuda menuju stadion sebagai salah satu pengalaman paling mendebarkan dan berkesan selama kariernya.
Ketika Persebaya Surabaya bertanding dalam laga panas, suasana bisa memanas hingga pengamanan ekstra diperlukan demi keselamatan tim.
Menurut Eduardo, kendaraan lapis baja itu hanya muat untuk delapan orang, namun pada momen tertentu ia dan lima stafnya harus berdesakan di dalamnya.
“Ada banyak persaingan antar-penggemar di sini, dan kami harus pergi ke pertandingan dengan tank (Barracuda). Tank itu muat untuk delapan orang, dan kami akan pergi ke lapangan dengan lima atau enam orang,” ujar Eduardo Perez dikutip dari Manugalera.
Ia bahkan tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika tidak naik kendaraan tersebut karena ribuan suporter sudah menunggu di luar stadion.
“Dan orang-orang menunggu kami di luar, dan saya tidak tahu apa yang akan terjadi jika kami tidak masuk ke dalam tank.”
Setelah pertandingan usai, ketegangan belum selesai. Mereka harus cepat-cepat keluar karena fans bisa melompat ke lapangan dan situasi bisa jadi tak terduga.
“Setelah pertandingan, kami harus berlari cepat karena orang-orang akan melompat ke lapangan, dan Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi.”
“Kami mengalami beberapa ketakutan, bahkan dengan penggemar kami sendiri. Ketika Anda kalah atau seri dalam pertandingan, itu rumit.”
Bahkan, Eduardo mengaku pernah mengalami mobilnya diguncang suporter setelah timnya gagal menang. Namun, di sisi lain, ia juga sering disambut hangat, bahkan diminta foto bersama saat berjalan di jalanan kota.
“Suatu hari mereka bahkan mengguncang mobil kami. Tentu saja, di hari lain mereka akan menghentikan Anda di jalan dan mengambil gambar,” pungkasnya.
Fanatisme luar biasa dari Bonek dan pendukung sepak bola Indonesia justru membuat Eduardo semakin jatuh cinta pada negara ini.
Baginya, berada di tengah stadion yang dipenuhi 80.000 penonton adalah pengalaman tak ternilai, apalagi sebagai mantan pemain yang dulu hanya berlaga di divisi bawah Spanyol.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
