
Ilustrasi Borneo FC. (Istimewa)
JawaPos.com–Laga sarat gengsi akan tersaji di Stadion Segiri, Samarinda. Borneo FC menjamu Persebaya Surabaya dalam lanjutan pekan ke-33 Liga 1 Indonesia 2024/2025, Minggu (18/5) malam WIB.
Pertandingan ini menjadi salah satu duel krusial yang bisa menentukan posisi akhir kedua tim di papan atas klasemen. Atmosfer panas sudah terasa sejak beberapa hari terakhir jelang laga dua tim besar ini.
Borneo FC yang saat ini duduk di peringkat kelima klasemen sementara dengan 52 poin, hanya terpaut tiga angka dari Persebaya Surabaya yang berada satu strip di atasnya. Persebaya Surabaya memang unggul secara poin, tapi tekanan besar sedang menghantui Green Force. Tiga hasil imbang beruntun membuat pasukan Kota Pahlawan rawan disalip dan kehilangan tiket ke posisi dua besar Liga 1.
Tuan rumah datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah membukukan enam laga tanpa kekalahan. Empat kemenangan dan dua hasil imbang menjadi modal manis bagi tim asuhan Joaquin Gomez untuk menaklukkan Persebaya Surabaya di kandang sendiri.
Secara historis, Borneo FC juga punya catatan lebih baik jika bicara statistik pertemuan era Liga 1. Dari 11 laga terakhir, Pesut Etam mencatatkan lima kemenangan, unggul tipis dari Persebaya Surabaya yang meraih empat kemenangan, dan dua laga lainnya berakhir imbang.
Angka tersebut menegaskan betapa ketat dan berimbangnya rivalitas antara Borneo FC dan Persebaya Surabaya. Namun, hasil-hasil terbaru menunjukkan momentum lebih berpihak pada Borneo FC yang terus menunjukkan performa konsisten di saat-saat krusial. Duel kali ini juga menghadirkan cerita menarik dari sisi kepelatihan.
Persebaya Surabaya dipastikan tampil tanpa pelatih kepala Paul Munster yang harus absen akibat sanksi kartu merah, membuat peran penting akan diambil alih oleh sang asisten pelatih, Uston Nawawi. Uston menegaskan timnya masih sangat berambisi mengamankan kemenangan demi menjaga peluang finis di posisi dua besar.
"Kami harus dapat tiga poin pada laga selanjutnya. Kami masih punya peluang naik ke peringkat kedua klasemen. Kami terus melakukan evaluasi agar bisa tampil lebih baik di laga berikutnya," ujar Uston.
Dia juga mengaku telah melakukan evaluasi menyeluruh usai hasil imbang beruntun agar Green Force bisa tampil lebih tajam di laga ini.
Pelatih Borneo FC Joaquin Gomez tak ingin kehilangan momentum bagus yang sudah dibangun timnya selama beberapa pekan terakhir. Dua laga sisa musim ini akan dijadikan final oleh skuadnya demi mengamankan tempat di empat besar.
“Kami ingin menang pada setiap pertandingan. Kami masih memiliki dua pertandingan tersisa dan fokus kami sepenuhnya untuk meraih enam poin,” tegas Gomez dalam sesi jumpa pers.
Jika melihat hasil lima pertemuan terakhir kedua tim, Persebaya Surabaya memang sedikit lebih unggul dengan tiga kemenangan dibanding dua kemenangan milik Borneo FC. Namun, kemenangan kandang selalu menjadi kunci bagi Pesut Etam saat menjamu Persebaya Surabaya di Segiri.
Kemenangan Borneo FC atas Persebaya Surabaya pada 7 Maret 2024 dan 19 Agustus 2022 sama-sama diraih di kandang sendiri. Hal ini menjadi sinyal faktor kandang berpotensi kembali menjadi pembeda dalam laga kali ini.
Kondisi atmosfer Stadion Segiri yang selalu bergemuruh saat laga besar tentu menjadi keuntungan tersendiri bagi tuan rumah. Dukungan suporter fanatik bisa jadi energi tambahan untuk menekan Persebaya Surabaya sejak menit awal.
Sementara Persebaya Surabaya tak boleh melakukan kesalahan sedikit pun jika ingin membawa pulang poin dari Samarinda. Absennya Munster dan performa yang belum stabil bisa menjadi tantangan tersendiri bagi Uston Nawawi dan anak asuhnya.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
