
Kapten Persik Ze Valente. (Media Persik Kediri)
JawaPos.com–Persikmania, sebutan untuk suporter Persik Kediri, mengungkapkan kekecewaan setelah bus yang dinaiki para pemain dilempari batu seusai berlaga di Stadion Kanjuruhan, Minggu (11/5) petang.
Koordinator Persikmania Ahmad Masrur alias Balo menyayangkan ulah oknum suporter yang diduga melemparkan batu ke bus Persik Kediri hingga pecah. Padahal, skuad Persik Kediri datang dengan penuh rasa hormat. Baik sebelum maupun saat pertandingan.
H-1 laga, rombongan tim berjuluk Macan Putih ini menyempatkan kirim doa. Saat laga pun tidak ada selebrasi berlebihan.
“Kami kaget dan kecewa kenapa luapan emosinya itu dirupakan dengan penyerangan terhadap bus pemain Persik Kediri,” kata Balo, dikutip dari Radar Kediri (Jawa Pos Group), Rabu (14/5).
Dia juga menyoroti pengusutan insiden pelemparan batu. Sebab hingga saat ini, belum ada perkembangan spesifik dari Polres Malang mengenai siapa pelaku dibalik insiden yang membuat heboh dunia sepak bola Indonesia.
“Hitungannya sudah 2x24 jam. Masih belum ada pelaku yang belum di-upload, ditangkap, yang bisa diklarifikasi. Harapannya segera ditangkap dan dimunculkan di media siapa pelakunya,” seru Balo.
Sebelumnya, pengalaman tak mengenakkan dialami Persik Kediri. Bus yang ditumpangi pemain dan official menjadi sasaran pelemparan batu usai mengalahkan Arema FC 3-0 di Stadion Kanjuruhan.
Insiden terjadi ketika tim berjuluk Macan Putih itu meninggalkan stadion menuju hotel di daerah Kepanjen. Bus yang dinaiki Ze Valente cs tiba-tiba dilempari batu oleh oknum tak dikenal dari sisi kiri dan kanan jalan.
Tindakan anarkis oknum yang diduga Aremania disayangkan pecinta sepak bola Indonesia. Terlebih pertandingan ini adalah laga kandang perdana di Stadion Kanjuruhan setelah tragedi 1 Oktober 2022 yang menelan 135 korban.
Sementara itu, Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar menegaskan, pihaknya tak tinggal diam dan akan mengusut tuntas kasus ini hingga pelakunya tertangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Tim (Satreskrim) yang lapangan melakukan investigasi untuk mencari saksi tambahan, sehingga nanti bisa mengerucut ke oknum yang melakukan pelemparan (ke bus Persik Kediri)," tutur AKP Bambang, Senin (12/5) lalu.
Sejauh ini, Satreskrim Polres Malang telah memeriksa empat saksi. Dua di antaranya adalah koordinator lapangan (korlap) Aremania. Sementara dua saksi lainnya adalah warga sekitar yang menyaksikan insiden.
"Totalnya ada empat orang telah dimintai keterangan oleh Satreskrim Polres Malang. Dua saksi itu korlap yang ditunjuk manajemen untuk mendampingi bus Persik. (Dua saksi lain yaitu) warga sekitar," imbuh dia.
Selain memeriksa saksi, Polres Malang juga mengantongi barang bukti berupa satu buah batu yang diduga dilemparkan oleh oknum ke bus Persik Kediri.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
