Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 April 2025 | 21.02 WIB

LIB Ingin Data Base Pesepak Bola Lebih Melalui EPA

LIB dan PSSI dilakukan untuk melakukan standarisasi demi menghadirkan pemain andal. (Istimewa) - Image

LIB dan PSSI dilakukan untuk melakukan standarisasi demi menghadirkan pemain andal. (Istimewa)

JawaPos.com–PT Liga Indonesia Baru (LIB) berprinsip bahwa kompetisi yang baik akan menghadirkan pemain yang hebat. Karena itu, sinkronisasi antara LIB dan PSSI dilakukan untuk melakukan standarisasi demi menghadirkan pemain andal. 

"Tim U-17 ya alhamdulillah lolos ke Piala Dunia (U-17). Tidak semata-mata kami mengklaim ini adalah kotribusi Liga, bukan. Ini adalah kontribusi bersama," ujar Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus saat diwawancarai di Kantor LIB, Menara Mandiri 2, Jakarta, Rabu (9/4).

FP sapaan akrab Ferry Paulus melanjutkan, salah satunya adalah klub mau berkontribusi dan memiliki wadah untuk pemain berlaga di Elite Pro Academy (EPA). "Sehingga pemain punya physical training bagus karena berkompetisi engan durasi yang panjang," ujar Ferry Paulus. 

Karena itu, dia menilai standarisasi yang ditetapkan sudah jelas dengan pemain yang berkompetisi di EPA. "Memang ini barangkali di anak tangga yang baru. Istilahnya satu kerangka besar dari kompetisi yang kami ciptakan," ujar Ferry Paulus.

Ke depan, pihaknya ingin adanya pembinaan membentuk EPA di strata junior Liga 1. Saat ini yang sudah berjalan di level U-16, U-18, dan U-20 yang diikuti klub Liga 1. 

Musim depan 2025/2026 sebanyak 20 klub Liga 2 diwajibkan untuk memiliki klub EPA U-20 supaya bisa terjaring dan terkoneksi dengan baik. "Tahun depannya lagi (2026/2027) wajib memiliki U-18 dan U-16," sebut Ferry Paulus. 

Sedangkan, di musim 2027 pihaknya ibgin tidak hanya di tiga kompetisi U-16, U-18, dan U-20. Tapi dimulai dari U-15, U-16, U-17, U-18, U-19, U-20. "Karena ini menjadi PR besar sepak bola Indonesia," kata Ferry Paulus.

FP menerangkan, jika merujuk pada partisipasi pesepak bola muda Indonesia masih terbilang jauh. Yakni, baru menyasar sekitar 200-300 pesepak bola. Padahal, total masyarakat hampir 300 juta.

Dia membandingkan yang ada di Spanyol yang memiliki jumlah klub ribuan dan mendapatkan partisipasi sebesar 20 persen dari sekitar 50 juta masyarakat.

"Ini rasanya menjadi PR besar kenapa kalau banyak suara di luar ada 300 juta tapi kenapa cari 11 saja susah. Makanya struktur kompetisi di liga akan terus turunannya akan terstruktur dengan rapi," sebut Ferry Paulus. 

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore