Ole Romeny saat perkuat Oxford United (dok. OUFC)
JawaPos.com - Pertandingan Australia vs Timnas Indonesia bukan cuma krusial untuk memperebutkan tiket lolos ke Piala Dunia 2026. Laga lanjutan kualifikasi putaran ketiga ini bisa jadi panggung untuk dua penyerang andalan kedua tim, Kusini Yengi dan Ole Romeny yang berkarier di kompetisi kasta kedua Inggris.
Duel Australia vs Timnas Indonesia rencananya berlangsung di Allianz Stadium, atau yang dikenal dengan Sydney Football Stadium, Kamis (20/3) malam waktu setempat atau sekitar pukul 16.10 WIB.
Pertandingan ketujuh grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia ini banyak dinantikan karena baik Australia maupun Timnas Indonesia butuh kemenangan. Mereka telah menyiapkan pemain dan tim terbaiknya.
Nah, salah satu pertarungan yang paling menarik dan layak dinantikan adalah penampilan dua striker Australia dan Timnas Indonesia, yakni Kusini Yengi dan Ole Romeny.
Kusini Yengi adalah striker andalan Australia saat ini. Meski sempat kerap cedera, bomber dengan tinggi 1,90 meter itu punya naluri mencetak gol yang tinggi dan penempatan posisi yang baik. Namanya pun sukses menggusur Mitch Duke, yang merupakan top skor Socceroos.
Ketajaman Kusini Yengi pun telah dibuktikan saat Australia mencuri satu poin dari Bahrain pada November lalu. Dia mencetak brace alias dua gol untuk membantu Socceroos bermain imbang 2-2.
Secara keseluruhan, dia sudah mencetak enam gol dalam 11 pertandingan bersama Socceroos sejak debut pada 16 November 2023. Catatan yang tak buruk untuk Kusini Yengi.
Tapi, performa Kusini Yengi di level klub berbanding terbalik. Sejauh ini, di musim keduanya bersama Portsmouth di Divisi Championship atau kasta kedua Liga Inggris, dia bermain 10 kali dan sama sekali belum mencetak gol maupun assist.
"Kami tidak punya pemain yang punya gaya bermain atau profil seperti Kusini. Saya ke London untuk menontonnya beberapa minggu lalu, jadi saya melihat cara dia bergerak," terang Tony Popovic soal pemanggilan Kusini Yengi, dikutip dari situs Socceroos.
"Saya lihat dia menjaga tubuhnya dengan sangat baik. Dia bermain selama 30 menit, tetapi dia bergerak dengan baik untuk pertandingan pertama sejak November. Dan, dia memberi kami sesuatu yang sedikit berbeda dari yang dilakukan penyerang lainnya," tambahnya.
Sementara dari kubu tamu, Timnas Indonesia punya Ole Romeny. Pemain satu ini baru resmi dinaturalisasi pada awal tahun dan siap membela Garuda. Walaupun belum pernah debut, tapi kehadirannya diharapkan dapat menambah daya gedor tim, yang selama ini jadi permasalahan.
Ole Romeny sangat diharapkan bisa jadi tumpuan Garuda di lini depan karena punya insting dan ketajaman cukup baik. Musim ini sejak direkrut Oxford United FC pada pertengahan tahun, dia sudah memainkan sembilan laga dan mencetak satu gol.
Ole Romeny perlahan tapi pasti mendapatkan menit bermain lebih banyak dan mulai semakin menambah produktivitas Oxford United FC. Hal inilah yang membuat ekspektasi publik terhadap Ole memuncak saat melawan Australia nanti.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
