Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Maret 2025 | 16.57 WIB

Erick Thohir Respons Isu Persija Jakarta Diduga Tunggak Gaji Pemain, Isyaratkan Tak Bisa Ikut Campur

Erick Thohir didesak mundur dari Menteri BUMN (@erickthohir)

JawaPos.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir merespons isu yang beredar terkait Persija Jakarta dilaporkan memiliki tunggakan gaji kepada pemain dan tim di tengah Liga 1 Indonesia 2024/2025. Ia mengisyaratksn bahwa federasi tak bisa ikut campur.

Isu Persija menunggak gaji pemain sudah beredar dalam beberapa hari belakangan. Awalnya Macan Kemayoran -julukan Persija- hanya terungkap sedang dirundung masalah internal.

Hal itu bermula dari pernyataan penyerang asing Gustavo Almeida usai Persija menang atas PSIS Semarang pada 5 Maret lalu. Pelatih Carlos Pena kemudian mengonfirmasi adanya masalah internal dalam klub, tanpa menyebut persoalan apa yang dialami Macan Kemayoran.

Tapi kemudian beredar rumor bahwa masalah internal Persija berkaitan dengan finansial. Manajemen Macan Kemayoran diduga sedang menunggak gaji para pemain dan anggota tim. Tunggakannya pun bervariasi, ada yang dua hingga tiga bulan.

Rizky Ridho Ramadhani selaku kapten tim Persija, pernah menolak membahas itu dan menilai bukan wewenang dirinya untuk berbicara perihal tunggakan gaji. Isu finansial pun semakin liar di media sosial.

Kabar masalah internal terkait gaji yang dialami Persija pun terdengar hingga ke federasi. Tapi, PSSI juga tampaknya tak akan bergerak lebih jauh karena satu dan lain hal.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir mengisyaratkan bahwa federasi tak bisa ikut campur karena itu persoalan PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan klub.

"Nah ini kadang-kadang bukan kami membela diri, seakan-akan PSSI bertanggung jawab atas semua hal. LIB itu dimiliki 99 persen sahamnya oleh klub-klub, PSSI cuma punya 1 persen," kata Erick Thohir di Jakarta.

"PT LIB kalau kita lihat Liga Indonesia ini cukup independen dibandingkan banyak negara. Jadi tentu isu daripada klub yang tidak bayar gaji atau LIB yang sedang memperbaiki dirinya, kita mendukung," tambahnya.

Tapi, kata Erick Thohir, bukan berarti PSSI lepas tangan dalam pengelolaan dan hal lain yang berkaitan dengan kompetisi atau liga di dalam negeri. Erick membeberkan peran dan kontribusi PSSI terhadap Liga Indonesia.

Contohnya adalah pengembangan wasit hingga penggunaan teknologi canggih Video Assistant Referee (VAR) untuk seluruh pertandingan Liga 1 Indonesia 2024/2025.

"Buktinya PSSI investasi besar-besaran di perwasitan yang jumlahnya sekarang 13 ribu. Waktu dulu hanya tiga ribu. Kita melatih para wasit ini dengan standar AFC dan FIFA. Itu biaya dari kami Lalu wasit-wasit ini juga diberikan yang namanya asuransi kesejahteraan," terang Erick.

"Memang kita mensupport itu dengan maksimal, termasuk juga kita mendorong liga melakukan VAR. Jadi tentu situasi dari masing-masing dinamika itu ya memang kita berikan tanggung jawab," imbuh Erick.

Selain itu, PSSI juga memastikan akan terus melakukan peningkatan terkait kompetisi. Federasi juga berencana mendorong PT Liga Indonesia Baru (LIB) untuk menetapkan lisensi klub kepada para kontestan yang akan berkompetisi. "Makanya kita mendorong kepada LIB perlu adanya club licensing," jelasnya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore