
Aksi Syahrul Trisna (Dok. PSIS)
JawaPos.com - PSIS Semarang berhasil mencuri satu poin dari kandang Persebaya Surabaya dalam laga sengit yang tersaji di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (12/3) malam. Penjaga gawang Syahrul Trisna menjadi sorotan dalam laga tersebut karena mampu menjadi tembok kokoh di pertahanan Laskar Mahesa Jenar.
Dalam laga yang berkesudahan dengan skor 1-1 itu, Syahrul Trisna berjibaku menahan gempuran yang dilancarkan skuad Green Force. Berdasarkan data, Persebaya Surabaya tercatat melepaskan 17 tembakan dengan lima diantaranya tepat sasaran.
Hal tersebut dilakukan pasukan Paul Munster tidak lain untuk meraih poin sempurna demi mempertahankan tren positif dan membuka peluang merangsek ke peringkat dua klasemen sementara.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, pasukan Paul Munster tampil percaya diri dan langsung mengambil kendali permainan di awal laga. Hasilnya bombardir serangan yang dilakukan Green Force menemui hasilnya di menit 45 saat Fransisco Rivera berhasil memperdaya pertahanan Laskar Mahesa Jenar.
Sementara anak asuh Gilbert Agius yang berambisi mencuri poin usai belum pernah menang dalam lima laga terakhir mencoba bangkit di babak kedua. PSIS Semarang mencoba mengambil alih penguasaan bola dan mengepung pertahanan Persebaya Surabaya.
Namun, gol tidak kunjung hadir hingga akhirnya Septian David mampu memanfaatkan situasi kemelut di mulut gawang Ernando Ari dan menyamakan kedudukan di waktu tambahan tepatnya menit 90+4.
Bermain terbuka dan fokus mencari gol sejak tertinggal membuat pertahanan PSIS Semarang sedikit terbuka menyisakan kiper Syahrul Trisna sebagai tembok terakhir. Kreasi peluang maupun serangan balik berbahaya kerap terarah pada gawangnya, tetapi Syahrul mampu tampil apik dengan mementahkan tembakan-tembakan tersebut.
Pemain kelahiran Sleman itu mampu menciptakan empat penyelamatan penting di laga ini. Tak mengherankan jika dirinya mendapat skor rating mencapai 7,2 berdasarkan rilis resmi Liga 1.
Syahrul Trisna sejatinya bukan kiper nomor satu PSIS Semarang. Ia hampir selalu dicadangkan jika penjaga gawang utama, Adi Satryo bisa bermain.
Ketika Adi Satryo harus menepi lantaran cedera yang diterimanya saat menghadapi Dewa United di pekan ke-21, Syahrul Trisna lah yang ditunjuk untuk menjadi kiper pelapis.
Meski demikian, pemain 29 tahun ini tetap mampu menampilkan penampilan terbaiknya. Walau belum mampu membawa timnya menang selama ia berada di bawah mistar gawang, Syahrul berkontribusi dengan membuat penyelamatan-penyelamatan berharga.
Di musim ini, ia baru dimainkan sebanyak 12 pertandingan oleh Gilbert Agius, tetapi ia sudah mampu menciptakan 52 saves. Hal ini menunjukkan bahwa meski kerap terjadi kesalahan-kesalahan di lini belakang PSIS Semarang yang membuat lawan memiliki ruang tembak, Syahrul Trisna membawa sedikit rasa aman.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
