Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 12 Maret 2025 | 06.43 WIB

Bawa Ilmu dari Barcelona, Jordi Cruyff Ingin Indonesia Gencar Kembangkan Pemain Muda

Jordi Cruyff resmi di perkenalkan sebagai Penasihat Teknis Timnas Indonesia. (Dery Ridwansah/JawaPos.com) - Image

Jordi Cruyff resmi di perkenalkan sebagai Penasihat Teknis Timnas Indonesia. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com-Jordi Cruyff datang ke Indonesia dengan membawa pengalaman segudang, termasuk saat bekerja di Barcelona. Legenda sepak bola Belanda itu pun menginginkan Indonesia gencar mengembangkan pemain-pemain muda.

Jordi Cruyff telah diumumkan PSSI sebagai Technical Advisor PSSI. Dia nantinya akan membantu federasi untuk mengembangkan sepak bola Indonesia, khususnya Timnas Indonesia.

Ada banyak tugas yang akan dikerjakan Jordi Cruyff. Mulai dari memberikan nasihat dan saran untuk federasi maupun pelatih-pelatih tim nasional, hingga mencari direktur teknik PSSI.

Kedatangan Jordi Cruyff pun diharapkan dapat membantu PSSI memajukan sepak bola nasional. Apalagi dia punya latar belakang dan CV yang sangat mentereng baik di depan maupun balik layar.

Jordi Cruyff pernah menjadi manajer untuk sejumlah tim seperti Maccabi Tel Aviv (Israel), Chongqing Dangdai Lifan FC, Shenzhen FC (Tiongkok), dan Timnas Ekuador. 

Pria berusia 51 tahun itu juga pernah menjabat sebagai direktur olahraga atau direktur teknik AEK Larnaca (Siprus), Maccabi Tel Aviv (Israel), dan juga Barcelona (Spanyol).

Jordi Cruyff pun siap untuk membawa segala ilmu dan pengalamannya di luar negeri ke Indonesia. Dia pertama-tama akan melakukan analisis terhadap potensi dan kultur sepak bola Indonesia terlebih dahulu untuk kemudian membuat formula terbaik.

Dia juga mengungkapkan bahwa satu hal yang paling penting untuk mengembangkan sepak bola adalah fokus ke pembinaan usia muda.

"Saya rasa, salah satu poin kuncinya adalah perkembangan sepak bola yang bertumpu di pemain-pemain muda," katanya saat diperkenalkan di Selasa (11/3).

Putra dari Johan Cruyff itu memberikan contoh tim tempat bekerjanya dulu, yang mengutamakan pembinaan usia muda. Yakni Barcelona dengan akademinya yang lebih dikenal dengan nama La Masia.

Akademi Barcelona sampai saat ini kerap mencetak pemain-pemain hebat untuk masa depan. Pemain jebolan La Masia pun sudah terbukti. "Di Eropa, misalnya Barcelona, banyak pemain muda yang sudah debut di usia 17-18 tahun," jelasnya.

"Tapi di balik itu, mereka sudah develop bertahun-tahun pemainnya sebelum bisa mencapai debut tersebut," tambah Jordi Cruyff.

Menurut Jordi Cruyff, cara yang dilakukan Barcelona itu patut dicontoh oleh negara-negara Asia, termasuk Indonesia.

"Bahwa pemain perlu diasah dari usia yang muda supaya ketika mereka sudah masuk usia debut, mereka memiliki kemampuan yang baik," jelasnya.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore