
Persebaya Surabaya akan menghadapi tiga laga krusial di bulan Ramadhan 2025, melawan Persib Bandung, PSM Makassar, dan PSIS Semarang. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya akan menghadapi ujian terberat di Liga 1 selama bulan Ramadhan 2025. Tiga lawan berat dari era Perserikatan, yaitu Persib Bandung, PSM Makassar, dan PSIS Semarang, siap menguji mental dan kualitas permainan Green Force dalam laga yang sangat menentukan.
Bulan Ramadhan tahun ini menjadi periode krusial bagi Persebaya Surabaya yang tengah berjuang di papan atas klasemen Liga 1. Dengan dua laga kandang dan satu laga tandang, pasukan Paul Munster harus tampil sempurna untuk menjaga peluang menjadi juara tetap terbuka.
Persebaya Surabaya akan mengawali jadwal berat ini dengan menjamu Persib Bandung di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) pada 1 Maret 2025. Pertandingan klasik ini selalu menyajikan tensi tinggi dan dipastikan akan menjadi duel sengit antara dua tim yang sama-sama punya sejarah panjang di sepak bola Indonesia. Kick-off dijadwalkan pukul 20.30 WIB, waktu yang ideal untuk laga big match.
Setelah menjamu Maung Bandung, Bruno Moreira dan kolega akan terbang ke Balikpapan untuk menghadapi PSM Makassar pada 7 Maret 2025. Laga ini akan digelar di Stadion Batakan karena Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, sedang dalam tahap renovasi. Meskipun bermain di tempat netral, PSM tetap berbahaya dengan dukungan suporter fanatik mereka.
Laga penutup Ramadhan mempertemukan Persebaya Surabaya dengan PSIS Semarang pada 12 Maret 2025 di Stadion Gelora Bung Tomo. Duel ini menjadi kesempatan emas bagi Persebaya Surabaya untuk mengamankan poin penuh di hadapan Bonek dan Bonita. Dukungan suporter setia tentu menjadi energi tambahan bagi Green Force.
Tiga pertandingan ini menjadi ujian besar bagi Paul Munster dalam meracik strategi terbaik. Persebaya Surabaya harus tampil konsisten dan memanfaatkan setiap peluang agar tetap bersaing dalam perburuan gelar juara Liga 1 2024/2025.
Dengan jadwal yang padat dan lawan yang berat, rotasi pemain akan menjadi kunci. Saat ini, Persebaya Surabaya berada di posisi ketiga klasemen sementara dengan 41 poin dari 24 laga. Mereka terpaut dua poin dari Dewa United di posisi kedua dan tertinggal 10 poin dari Persib Bandung di puncak klasemen.
Peluang untuk naik ke posisi lebih tinggi masih terbuka lebar, namun mereka harus mampu memanfaatkan tiga laga Ramadan ini dengan baik.
Statistik Persebaya Surabaya sejauh ini menunjukkan kekuatan sekaligus beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki. Dari 24 laga, mereka meraih 12 kemenangan, 5 hasil imbang, dan 7 kekalahan. Total gol yang dicetak mencapai 26, namun mereka juga kebobolan dengan jumlah yang sama. Ini menjadi perhatian serius bagi Paul Munster agar lini pertahanan bisa tampil lebih solid.
Dalam urusan mencetak gol, Persebaya Surabaya cukup produktif dengan catatan 5 gol penalti dan 1 gol dari tendangan bebas. Mereka juga mencatatkan 9 gol hasil umpan, menunjukkan kekompakan dalam membangun serangan. Namun, efektivitas penyelesaian akhir perlu ditingkatkan.
Kreativitas lini tengah terlihat dari 151 umpan kunci yang mereka ciptakan. Dengan total 286 tembakan dan 123 di antaranya tepat sasaran, akurasi tembakan Persebaya Surabaya mencapai 44%. Meski cukup baik, angka ini menunjukkan masih ada banyak peluang yang terbuang sia-sia.
Dari segi permainan tim, Persebaya Surabaya mencatatkan 8138 umpan dengan tingkat keberhasilan 80%. Mereka juga mencatatkan 444 umpan silang dan 179 umpan terobosan, yang menjadi senjata utama dalam membongkar pertahanan lawan.
Peran pemain seperti Francisco Rivera dan Bruno Moreira sangat vital dalam menjaga kreativitas permainan. Lini pertahanan Persebaya Surabaya juga menunjukkan performa yang cukup solid dengan 83 penyelamatan dan 8 nirbobol.
Meski belum mencatatkan penyelamatan penalti, mereka menunjukkan ketangguhan dalam tekel dengan 844 percobaan dan 479 di antaranya sukses. Statistik intersep mencapai 495, sementara sapuan sebanyak 330 kali menjadi bukti kekuatan lini belakang. Persebaya Surabaya juga berhasil memblok 61 tembakan lawan, menegaskan disiplin dan kekompakan dalam bertahan.
Namun, ada masalah disiplin yang harus segera dibenahi. Dengan 283 pelanggaran, 50 kartu kuning, dan 4 kartu merah, Persebaya Surabaya perlu bermain lebih hati-hati agar tidak merugikan tim di momen-momen krusial. Kehilangan pemain karena kartu bisa menjadi bencana di tengah jadwal padat Ramadan.

Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
13 Rekomendasi Tempat Liburan di Malang dengan Pilihan Wisata Alam, Hiburan, dan Spot Santai yang Membuat Pikiran Lebih Fresh
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
