Rachmat Irianto (tengah), gelandang Persebaya meluapkan kegembiraannya usai berhasil menjebol gawang tim PS Tira Persikabo pada pertandingan Liga 1 2019 di Stadion Gelora Bung Tomo, kemarin (21/7). FOTO: Angger Bondan/Jawa Pos
JawaPos.com — Rachmat Irianto mengungkapkan fakta mengejutkan tentang metode latihan Aji Santoso saat menukangi Persebaya Surabaya. Ia menyebut permainan Green Force di era Aji sangat mirip dengan Barcelona yang mengandalkan tiki-taka.
Pada 15 Desember 2019, Persebaya Surabaya mendapat tambahan kekuatan jelang duel melawan Persija Jakarta. Rachmat Irianto, Osvaldo Haay, dan Supriadi kembali dari tugas membela Timnas Indonesia di jenjang berbeda.
Rian, sapaan akrab Rachmat Irianto, mengaku sangat rindu kembali bermain untuk Persebaya Surabaya setelah lama bersama Timnas. Ia dan Valdo bahkan langsung masuk daftar pemain yang dibawa ke Jakarta untuk menghadapi Macan Kemayoran.
Latihan sore itu menjadi pengalaman pertama Rian dan Valdo berlatih di bawah komando Aji Santoso. Sebelumnya, mereka belum sempat merasakan sentuhan tangan dingin mantan pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Sebagai anak legenda Persebaya Surabaya, Bejo Sugiantoro, Rian merasa istimewa bisa dilatih oleh Aji. Pasalnya, Aji adalah rekan satu tim ayahnya saat Persebaya Surabaya menjuarai Liga Indonesia 1997.
Tidak butuh waktu lama bagi Rian untuk menyadari gaya permainan yang diterapkan Aji di Persebaya Surabaya. Ia pun mengungkapkan kekagumannya dengan membandingkan metode latihan Aji dengan filosofi Barcelona.
"Jujur saya kaget saat mengikuti latihan di bawah arahan Coach Aji. Tadi saya katakan ke Cak Rendi, ini mirip Barcelona," ujar Rian kala itu.
Ia menjelaskan Persebaya Surabaya di tangan Aji sangat mengandalkan penguasaan bola. Para pemain dituntut untuk bermain cepat dengan kombinasi satu dua sentuhan.
Tiki-taka ala Persebaya Surabaya ini membuat permainan Green Force semakin atraktif. Tak heran jika Aji pernah membawa Persebaya Surabaya meroket ke papan atas klasemen Liga 1.
Namun, masa-masa kejayaan itu kini hanya tinggal kenangan bagi Bonek. Rian pun tidak lagi berseragam hijau karena sudah hijrah ke Persib Bandung dan meraih gelar juara Liga 1 di sana.
Aji Santoso pun tak lagi menjadi pelatih Persebaya Surabaya dan menjadi pelatih PSPS Pekanbaru di Liga 2 Indonesia 2024/2025. Kini, Green Force berada di bawah kendali Paul Munster, yang sedang berada di ujung tanduk.
Performa Persebaya Surabaya di Liga 1 Indonesia 2024/2025 anjlok drastis setelah memasuki putaran kedua. Dalam enam laga terakhir, tim hanya mampu meraih satu poin dari hasil imbang melawan Persita Tangerang.
Sisanya, Persebaya Surabaya menelan lima kekalahan beruntun dari Bali United, PSS Sleman, Malut United, Barito Putera, dan Persis Solo. Hasil buruk itu membuat posisi Munster di kursi pelatih semakin tidak aman.
Pada matchday 22 Liga 1, Persebaya Surabaya harus mengakui keunggulan Persis Solo dengan skor 1-2 di Stadion Manahan. Hasil ini semakin memperpanjang derita Green Force yang gagal menang dalam enam laga berturut-turut.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
