Pendiri Museum Titik Nol Pasoepati Mayor Haristanto menunjukan tinggi tanaman saat baru ditanam 2011 silam ke legenda Persebaya Surabaya Aji Santoso. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Persebaya Surabaya tengah menghadapi ujian berat di Liga 1 indonesia 2024/2025. Green Force belum meraih kemenangan dalam lima laga terakhir dengan hasil empat kekalahan dan satu imbang.
Rentetan hasil buruk itu membuat Paul Munster mulai mendapat sorotan. Tumpulnya lini depan serta rapuhnya pertahanan jadi dua faktor utama yang membuat Persebaya Surabaya kehilangan banyak poin.
Dalam lima laga terakhir, Persebaya Surabaya hanya mampu mencetak dua gol. Parahnya, satu gol berasal dari titik penalti dan satu lagi akibat bunuh diri pemain lawan.
Situasi ini tentu membuat Paul Munster berpikir keras mencari solusi. Ia menegaskan Persebaya Surabaya harus segera bangkit demi menjaga peluang di papan atas klasemen.
Munster menuntut para pemainnya untuk tampil lebih tajam dalam penyelesaian akhir. Menurutnya, jika tim gagal menciptakan peluang, itu adalah masalah besar yang harus segera diperbaiki.
Ia juga menegaskan kemenangan wajib diraih dalam pertandingan berikutnya. Kepercayaan diri para pemain harus segera dikembalikan demi memperbaiki tren negatif.
"Kami ingin semua pemain tampil maksimal," kata Munster. "Kami tidak peduli bagaimana cara mencetak gol, yang penting ada gol."
Pelatih asal Irlandia Utara itu juga merespons tekanan dari suporter. Ia mengaku tidak masalah dengan kritik yang dilontarkan karena itu akan menjadi bahan evaluasi bagi tim.
"Jika ada tuntutan negatif dari suporter, saya menghormatinya," tegas Munster. "Kami harus mengambil sisi positif dari situasi ini dan kembali bertarung."
Mantan Direktur Teknik Brunei Darussalam itu juga menyadari Liga 1 Indonesia 2024/2025 sangat kompetitif. Ia menilai setiap pertandingan yang dilakoni Persebaya Surabaya selalu sulit dan membutuhkan mental baja.
"Liga 1 itu sulit, bulan ini sangat berat bagi kami," ujar Munster. "Tapi inilah sepak bola, terkadang situasi seperti ini terjadi. Saya ingin segera bangkit."
Di tengah situasi sulit ini, ada memori hangat dari pertemuan Persebaya Surabaya dengan Persis Solo. Pada 23 Juni 2023, suasana persahabatan terasa menjelang laga uji coba kedua tim di Stadion Manahan, Solo.
Kala itu, Persis memberikan kuota bagi Bonek yang hadir terkoordinir dari Surabaya. Sebelum laga, pelatih dan pemain Persebaya Surabaya mengunjungi Museum Titik Nol Pasoepati sebagai simbol perdamaian suporter.
Aji Santoso yang kala itu masih menjadi pelatih Persebaya Surabaya turut hadir dalam kunjungan tersebut. Ia didampingi Kadek Raditya saat bertemu dengan Mayor Haristanto, pendiri museum yang juga tokoh Pasoepati.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
