
Winger Persija Jakarta, Riko Simanjuntak, dipinjamkan ke PSS Sleman hingga akhir musim Liga 1 2024/2025. (Dok; PSS Sleman)
JawaPos.com - Riko Simanjuntak menjadi salah satu pemain Persija Jakarta yang hengkang pada bursa transfer paruh musim Liga 1 Indonesia 2024/2025. Winger mungil berusia 32 tahun itu pergi ke PSS Sleman sebagai pemain pinjaman demi mendapatkan menit bermain lebih.
Kepergian Riko Simanjuntak ke PSS terbilang mengejutkan. Sebab, ini jadi kali pertama bagi sang winger berpisah dengan Persija Jakarta setelah nyaris tujuh tahun. Dia akan menjalani masa peminjaman hingga akhir musim.
Manajer Persija Jakarta, Bambang Pamungkas, menyatakan bahwa manajemen tak ada niat untuk melepas Riko. Langkah ini diambil murni untuk memberikan menit bermain lebih kepada eks pemain Semen Padang itu untuk tetap berada di level tinggi.
“Sebagai seorang pemain senior, Riko tentu perlu menit bermain untuk menjaga dia tetap berada di level yang seharusnya. Oleh karena itu, kemudian kita mencoba memberi solusi kepada Riko untuk mendapatkan itu di tim lain," kata Bambang Pamungkas.
"Tujuannya tentu adalah, ketika ia nanti kembali di akhir musim, karena kita masih punya kontrak sampai akhir 2026, kita bisa mendapatkan Riko dengan kualitas dan teknik bermain yang sama,” lanjut pria yang akrab disapa Bepe.
Posisi Riko Simanjuntak di Persija Jakarta memang mulai terancam. Dia tak lagi jadi pemain yang selalu dapat tempat di sebelas nama pertama, apalagi jadi andalan dalam skuad Macan Kemayoran.
Pada musim 2024/2025 misalnya, Riko Simanjuntak sepanjang putaran pertama hanya 11 kali starter dan cuma tiga kali bermain penuh. Padahal, Macan Kemayoran memainkan 17 pertandingan dari Agustus hingga Desember 2024.
Selain itu, Riko Simanjuntak juga kerap jadi eksperimen Carlos Pena dengan tidak dimainkan di posisi aslinya. Dia pernah jadi bek kiri menggantikan Firza Andika saat melawan Persebaya Surabaya. Adapun kontribusinya sejauh ini hanyalah tiga assist.
Di satu sisi, Persija Jakarta tak menampik merasa kehilangan Riko Simanjuntak. Tapi, keputusan itu harus diambil demi kebaikan kedua belah pihak, baik Macan Kemayoran maupun sang winger secara pribadi.
Lantas, seberapa besar peran Riko Simanjuntak di Persija dan mengapa Macan Kemayoran sangat merasa kehilangan dirinya? Berikut profil Riko Simanjuntak secara singkat.
Lahir di Pematang Siantar, Sumatera Utara, pemain kelahiran 26 Januari 1992 ini memiliki posisi asli sebagai winger. Bintang berusia 32 tahun itu mengawali kariernya sebagai pesepak bola profesional bersama PSMS Medan pada 2012.
Tapi, awal kariernya tak begitu cemerlang. Dia hanya mencetak tiga gol dari sembilan laga bersama klub berjuluk Ayam Kinantan itu. Riko kemudian hengkang ke Persipal Palu atau Babel United yang berkompetisi di Liga 2 pada musim berikutnya. Kiprah Riko di Persipal juga tak istimewa karena cuma mencetak 7 gol dari 18 laga.
Pada 2015, Riko Simanjuntak hijrah ke Persegres Gresik United. Di sinilah dia mulai jadi inti dan memancarkan sinarnya. Nahas, kompetisi sepak bola Tanah Air harus dihentikan lantaran sanksi yang diberikan kepada PSSI dari FIFA pada tahun tersebut.
Setahun berselang, Riko bergabung dengan Surabaya United dan main di ajang Indonesia Soccer Championship. Tapi, dia kemudian pindah lagi setelah mendapatkan tawaran dari Semen Padang.
Keputusannya ke Kabau Sirah terbilang tepat karena selama 2015-2017, Riko Simanjuntak bermain sebanyak 44 laga, mencetak 2 gol dan 6 assist. Tapi, kontribusi golnya masih seret dan dia tak mampu membawa Semen Padang lolos dari jurang degradasi dan harus bermain di Liga 2 musim berikutnya.
