
Patrick Kluivert resmi jadi pelatih Timnas Indonesia. (Instagram @patrickkluivert9)
JawaPos.com - Patrick Kluivert ditunjuk PSSI menjadi pelatih Timnas Indonesia menggantikan Shin Tae-yong. Setelah diresmikan pada Rabu lalu, reaksi yang berbeda datang dari berbagai pihak di media.
Salah satu yang mengomentari penunjukan tersebut adalah Marciano Vink, mantan pemain Timnas Belanda. Vink pernah bermain bagi Timnas Belanda pada era 1990-an, termasuk dalam skuad Belanda yang dilatih Rinus Michels, sang originator total football.
Dikutip dari Voetbalprimeur, Marciano berkomentar, "Kluivert memiliki banyak pengalaman di berbagai posisi dalam dunia sepak bola. Saat kariernya di Turki, saya melihat bahwa dia menunjukkan permainan yang bagus dan menyerang, namun pada akhirnya dia dipecat Adana Demispor," tulis Voetbalprimeur.
Selama kariernya setelah menjadi pemain, berbagai posisi pekerjaan dalam dunia sepak bola pernah ia jabat. Dikutip dari Transfermarkt, Kluivert pernah menjadi Direktur Olahraga di raksasa Perancis PSG, Manajer Akademi Barcelona, Pelatih Penyerang NEC Nijmegen, Asisten Pelatih Belanda, Kamerun, dan Brisbane Roar, Pelatih Kepala di Timnas Curacao, dan masih banyak yang lainnya.
Patrick membawa dua orang lainnya untuk membantu menangani Timnas Indonesia, yaitu Alex Pastoor dan Denny Landzaat. Dua sosok yang mempunyai pengalaman melatih di liga Belanda. Bahkan, Alex Pastoor memiliki CV yang dianggap lebih mentereng ketimbang Patrick Kluivert.
"Pastoor dan Landzaat menjadi asisten Kluivert, kenapa tidak Pastoor yang menjadi pelatih utama dan Kluivert menjadi asisten pelatihnya? Meskipun begitu saya rasa komposisi yang sudah diambil Federasi Sepak Bola Indonesia juga sangat bagus," tulis Voetbalprimeur dalam artikelnya.
Patrick Kluivert mungkin memiliki pengalaman melakukan manajemen tim, namun secara taktis, Pastoor lebih mumpuni. Pastoor pernah mengantarkan tiga klub berbeda promosi ke Eredivisie, yaitu Excelsior, Almere City, dan Sparta Rotterdam. Seperti yang dikatakan Erick Thohir bahwa Indonesia butuh pemimpin baru yang bisa menjaga kondisi ruang ganti pemain dan berkomunikasi dengan baik.
Walaupun begitu bukan berarti pria berusia 48 tahun itu tidak mahir dalam hal taktis. Di Curacao prestasi yang dimiliki Patrick juga bukan hal yang biasa. Mengangkat peringkat FIFA Curacao hanya dalam beberapa tahun jadi bukti bahwa dia juga memiliki kemampuan dan pengetahuan sepakbola yang tidak bisa diremehkan.
Penunjukan ini juga dimaksudkan PSSI untuk membuat Timnas Indonesia lebih baik. Mengingat tersebar rumor mengenai ruang ganti Indonesia yang sedang tidak baik-baik saja karena banyak pemain diaspora yang tidak setuju dengan keputusan Coach Shin pasca melawan Tiongkok.
Berbekal pengalamannya, Patrick memiliki keterampilan tersebut. Sekaligus, ia merupakan sosok yang dihormati publik sepak bola Belanda sebagai salah satu penyerang terbaik sepanjang masa dari The Oranje. Para pemain akan menyegani Patrick, mengingat saat ini mayoritas pemain Timnas Indonesia merupakan keturunan Belanda.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
